Di balik popularitasnya sebagai pengamat cuaca amatir, Frankie dikenal karena mempelajari dan mengamati berbagai fenomena cuaca secara mandiri. Ia kemudian membangun reputasi di internet melalui laporan cuaca yang dibuat berdasarkan pengamatannya.
Namun, latar belakang sebagai pengamat cuaca amatir perlu dibedakan dengan kapasitas lembaga atau ilmuwan yang memiliki kewenangan dan metode khusus dalam melakukan kajian kegempaan.
Pernyataan Frankie mengenai gempa Indonesia juga bukan kali pertama menjadi perhatian warganet Tanah Air. Pada awal Mei 2026, ia disebut pernah menyampaikan prediksi mengenai gempa berkekuatan magnitudo 7,0 di Indonesia yang kemudian dikaitkan dengan gempa Sulawesi bermagnitudo 7,7.
Kemiripan antara klaim tersebut dengan kejadian gempa yang terjadi setelahnya membuat sebagian warganet kembali mengaitkan namanya dengan prediksi gempa terbaru.
Meski demikian, kemiripan waktu atau angka magnitudo tidak dapat dijadikan bukti bahwa sebuah prediksi gempa menggunakan metode ilmiah yang akurat.