Ia mengatakan pengalaman sebagai juri maupun ketika menyaksikan konser paduan suara di Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara Eropa membuatnya menemukan banyak karya Indonesia yang telah dipentaskan di luar negeri.
“Waktu saya sempat menjadi juri ataupun melihat konser di Amerika, Jepang, dan Eropa, banyak sekali karya Indonesia yang sudah dibawakan. Saya senang sekali bahwa karya Indonesia sudah berkenan di berbagai negara,” ujarnya.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, Avip menilai festival paduan suara juga dapat menjadi ruang bertukar pengetahuan bagi para peserta. Kehadiran aransemen dan komposisi baru membuat peserta memiliki kesempatan untuk mengenal berbagai pendekatan dalam mengolah musik paduan suara.
“Di sini kita tempat belajar. Suatu festival biasanya kita lihat ada aransemen baru, karya baru. Di situ kita bisa belajar,” imbuhnya.
Ia berharap semakin banyak karya dan aransemen berbasis musik Indonesia yang lahir sehingga kekayaan musik daerah tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memiliki tempat di panggung internasional.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)