Profil dan Jejak Karier Supriyono Alias Botok, Aktivis Pati yang Rekening Donasi Rp80 Juta Diblokir Sebelum Demo 27 Agustus

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2026 16:16 WIB
Botok. (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)
Share :

PROFIL dan jejak karier Supriyono alias Botok menarik diulas. Sebab, aktivis Pati ini rekening donasinya sebesar Rp80 juta diblokir.

Pemblokiran terjadi jelang demo yang direncanakan berlangsung pada hari ini, Kamis (27/8/2026). Ya, Botok kembali menjadi sorotan menjelang aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Aktivis asal Pati, Jawa Tengah, itu menjadi perhatian setelah rekening yang disebut menampung dana pribadi dan donasi sekitar Rp80,9 juta sempat tidak dapat digunakan.

1. Siapa Supriyono alias Botok?

Supriyono dikenal sebagai salah satu penggerak AMPB, kelompok masyarakat yang aktif menyuarakan berbagai persoalan kebijakan di Kabupaten Pati. Dalam beberapa tahun terakhir, namanya muncul dalam sejumlah aksi kritik terhadap pemerintah daerah hingga membawanya berhadapan dengan persoalan hukum.

Supriyono atau yang akrab disapa Botok merupakan aktivis masyarakat asal Pati. Ia dikenal vokal menyampaikan kritik terkait kebijakan pemerintah daerah, transparansi pemerintahan, serta isu pemberantasan korupsi.

Namanya semakin dikenal melalui keterlibatannya dalam AMPB. Organisasi tersebut menjadi wadah sejumlah elemen masyarakat Pati untuk menyampaikan aspirasi dan melakukan aksi terkait berbagai persoalan di daerah.

Botok juga dikenal sebagai sosok yang aktif turun langsung dalam berbagai aksi. Perannya sebagai koordinator membuatnya kerap menjadi salah satu figur yang berada di garis depan ketika AMPB menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

2. Kritik Kebijakan Sadewo

Jejak Botok dalam dinamika politik Pati cukup menarik. Ia diketahui pernah mendukung Sudewo dalam Pilkada Pati 2024.

Namun, setelah Sudewo terpilih sebagai Bupati Pati, posisi Botok berubah. Ia kemudian tampil sebagai salah satu pengkritik kebijakan pemerintahan Sudewo.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan gerakan masyarakat adalah kebijakan terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kritik terhadap kebijakan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas di Pati. Perubahan sikap tersebut membuat Botok semakin dikenal sebagai aktivis yang vokal mengkritik pemerintah daerah.

 

3. Rekening Rp80,9 Juta Sempat Tidak Bisa Digunakan

Nama Botok kembali menjadi perhatian pada Agustus 2026 setelah ia mengaku rekening Bank Mandiri miliknya tidak dapat digunakan. Menurut Botok, rekening tersebut berisi sekitar Rp80,9 juta, yang terdiri atas uang pribadi dan dana donasi masyarakat untuk kebutuhan aksi AMPB di Jakarta.

Botok mengatakan rekening tersebut tidak dapat digunakan sejak 22 Agustus 2026. Kondisi itu disebut sempat menghambat persiapan logistik, termasuk rencana pembayaran bus untuk membawa massa dari Pati ke Jakarta.

Selain rekening, Botok juga mengaku akun TikTok dan WhatsApp miliknya mengalami gangguan dalam rentang waktu yang berdekatan.  Namun, istilah "diblokir" kemudian mendapat penjelasan dari pihak berwenang. Polda Metro Jaya menyebut tindakan tersebut sebagai penundaan transaksi untuk kepentingan penyelidikan, bukan pemblokiran permanen.

Perkembangan terbaru menunjukkan rekening Botok akhirnya kembali dapat digunakan. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan pada 26 Agustus bahwa bank akan menindaklanjuti permintaan Polda Metro Jaya dan Komisi III DPR RI untuk mengaktifkan kembali rekening tersebut setelah proses penelusuran dilakukan.

4. Bawa Aspirasi Pati ke Jakarta

Setelah aktif bergerak di tingkat daerah, Botok bersama AMPB kini membawa sejumlah aspirasi masyarakat Pati ke tingkat nasional. Dalam aksi 27 Agustus di depan Gedung DPR RI, AMPB antara lain menyuarakan desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan serta mendorong hukuman berat terhadap pelaku korupsi.

Di tengah sorotan terhadap dirinya, Botok tetap menjadi salah satu figur utama dalam gerakan masyarakat Pati yang berupaya menyampaikan aspirasi mereka di tingkat nasional.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya