SEKOLAH Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, ratusan senjata ditemukan di salah satu ruangan di lingkungan sekolah tersebut.
Temuan tersebut mencakup 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, serta sejumlah barang lain. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul dan kepemilikan barang-barang tersebut.
Di tengah kasus tersebut, sejarah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang kembali menjadi perhatian. Menarik menilik profil sekolah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang.
Sekolah Harapan Ibu telah berdiri sejak 1979, tepatnya pada 7 Juni 1979. Sekolah ini memiliki keterkaitan dengan keluarga mantan Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan salah satu pendirinya, Yan Sofyan Syafe'i, gagasan mendirikan sekolah berawal dari kegiatan pengajian yang diikuti sejumlah tokoh. Dalam proses awal tersebut, terdapat beberapa nama yang terlibat, di antaranya Yan Sofyan Syafe'i, KH Mawardi Labay, Hari Dahlan Safri, serta Otto Malik, putra Adam Malik.
Para pendiri kemudian menemui Adam Malik yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden. Menurut Yan, Adam Malik memberikan arahan terkait pemanfaatan tanah di kawasan Pondok Pinang untuk kepentingan pendidikan.
Sekolah tersebut kemudian dikembangkan dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, Sekolah Harapan Ibu juga diharapkan bisa membentuk generasi yang berpendidikan sekaligus memiliki nilai keagamaan.
Salah satu sosok yang kini kembali muncul dalam pemberitaan adalah Yan Sofyan Syafe'i. Yan merupakan salah satu pendiri awal Yayasan Harapan Ibu.
Dalam konferensi pers pada Minggu 9 Agustus 2026, Yan Sofyan Syafe’i menjadi satu-satunya pendiri awal yang disebut masih hidup. Selain Yan, nama-nama lain yang disebut dalam sejarah awal yayasan antara lain Adam Malik, Letjen TNI (Purn) H. KPH Soerjo Wirjohadipoetro, KH Mawardi Labay el-Sulthani, dan Otto Malik. Mereka kini telah meninggal dunia.
Kehadiran Yan dalam konferensi pers menjadi penting karena ia turut menjelaskan sejarah berdirinya yayasan. Selain itu, dia juga jelaskan posisi para pendiri terhadap persoalan yang kini terjadi di lingkungan sekolah.