JAKARTA - Putri Leonor kembali menjadi sorotan setelah fotonya bersama sang adik, Infanta Sofía, mengangkat trofi Piala Dunia 2026 ramai diperbincangkan di media sosial. Potret tersebut menarik perhatian karena mengulang momen ikonik saat keduanya berfoto dengan trofi yang sama setelah Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010, ketika mereka masih berusia belia.
Perbandingan dua foto yang diambil dengan jarak 16 tahun itu dianggap mencerminkan perjalanan waktu sekaligus transformasi Putri Leonor sebagai pewaris takhta Kerajaan Spanyol. Dari seorang anak kecil, kini ia telah tumbuh menjadi sosok yang dipersiapkan untuk memimpin monarki di masa depan.
Selain aktivitas kerajaan, latar belakang pendidikan Leonor juga menjadi perhatian. Putri sulung Raja Felipe VI dan Ratu Letizia itu telah menjalani pendidikan akademik hingga pelatihan militer sebagai bagian dari persiapannya menjadi calon kepala negara.
Berdasarkan informasi dari Hello Magazine, Leonor de Todos los Santos de Borbón y Ortiz lahir di Madrid pada 31 Oktober 2005. Setelah ayahnya naik takhta pada 2014, ia resmi menyandang gelar Princess of Asturias, yang menandai posisinya sebagai pewaris pertama Kerajaan Spanyol.
Jika suatu hari naik takhta, Leonor akan menjadi ratu yang memerintah (queen regnant) pertama di Spanyol dalam lebih dari satu abad. Sebelumnya, Spanyol terakhir memiliki ratu yang memerintah pada masa Ratu Isabella II pada abad ke-19.
Tonggak penting dalam perjalanannya terjadi pada 2023, tepat saat berusia 18 tahun. Di hadapan parlemen, Leonor mengucapkan sumpah setia kepada Konstitusi Spanyol sebagai bagian dari proses resmi menuju perannya sebagai calon kepala negara.
Leonor menyelesaikan pendidikan menengah melalui program International Baccalaureate (IB) di UWC Atlantic College, Wales, Inggris. Ia dinyatakan lulus pada 2023 dengan didampingi Raja Felipe VI, Ratu Letizia, serta adiknya, Infanta Sofía.
Usai menamatkan pendidikan akademik, Leonor langsung mengikuti program pendidikan militer selama tiga tahun. Program tersebut mencakup pelatihan di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai bekal menjalankan tugas konstitusionalnya kelak sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata Spanyol.
Memasuki tahun kedua pelatihan pada Januari 2025, Leonor bergabung dalam pelayaran pendidikan menggunakan kapal latih Juan Sebastián de Elcano bersama para taruna Angkatan Laut Spanyol. Program tersebut menjadi bagian dari pembentukan kepemimpinan sekaligus pengalaman lapangan bagi calon pewaris takhta.
Selanjutnya, pada 1 September 2025, ia memulai tahun ketiga sekaligus tahap terakhir pendidikan militernya di General Air and Space Academy di San Javier. Pada fase ini, Leonor menjalani pelatihan di bidang kedirgantaraan sebagai bagian dari persiapan menjadi pemimpin tertinggi angkatan bersenjata di masa depan.
Selain pendidikan formal, Leonor juga mulai menjalankan peran publik sejak usia muda. Ia menyampaikan pidato resmi pertamanya pada usia 13 tahun dan sejak 2021 mulai menghadiri berbagai agenda kerajaan secara mandiri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)