"Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," lanjutnya.
Nanik juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo karena harus melepaskan jabatannya sebagai Kepala BGN demi fokus menjalani pengobatan.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Presiden prihatin dan menyetujui pengunduran diri saya, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkapnya.
Hingga kini, Presiden Prabowo belum mengumumkan sosok yang akan menggantikan Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Nanik sendiri baru dilantik pada 8 Juni 2026 untuk menggantikan Dadan Hindayana.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)