AICIS 2024 Akan Lahirkan Solusi Atasi Masalah Dunia dengan Semarang Charter

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 02 Februari 2024 01:04 WIB
AICIS 2024 Akan Lahirkan Solusi Atasi Masalah Dunia (Foto: Okezone)
Share :

SEMARANG - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Rhamdani mengungkapkan harapan agar AICIS 2024 dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengatasi permasalahan kemanusiaan global.

Hal tersebut diungkapkannya pada seremoni pembukaan AICIS ke-23 di UIN Walisongo, Semarang pada (1/2/2024) malam.

"AICIS bukan hanya sebagai forum akademik yang eksklusif dan teoretik, tetapi sebagai forum akademik yang sekaligus memberikan tawaran solusi berbagai krisis global," katanya.

Harapan tersebut dilatarbelakangi oleh semakin memburuknya kondisi perdamaian dunia di berbagai belahan dunia. Peperangan di kawasan Timur Tengah yang tak kunjung usai dan merenggut puluhan ribu nyawa. Demikian juga kondisi konflik Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda peperangan akan berakhir. Termasuk kondisi memprihatinkan Rohingya yang menimbulkan banyak pengungsi.

"Fenomena di atas menyebabkan krisis kemanusiaan global karena hilangnya moralitas agama yang selama ini menjadi kendali bagi sikap dan tindakan yang dilakukan oleh manusia," ujarnya.

Dalam konteks inilah, AICIS 2024 yang mengusung tema: Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues menjadi sangat strategis dilaksanakan untuk merespons krisis kemanusiaan global.

"AICIS tempat para cendikiawan untuk kolaborasi. Kita ingin menekankan peran agama untuk mendamaikan dunia. Agama hadir untuk norma peradaban. Dan ini akan melahirkan Semarang Charter," ujarnya.

Semarang Charter direncanakan akan diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk disuarakan secara global di PBB. Selain itu nantinya Semarang Charter akan menjadi rekomendasi AICIS ke pimpinan daerah.

Didukung dengan kenyataan bahwa AICIS merupakan konferensi keislaman terbesar di Indonesia, bahkan di wilayah Asia Tenggara.

Menurutnya, AICIS dilaksanakan sebagai wadah para pakar dan akademisi untuk berdiskusi secara intensif dengan tidak hanya berbasis pengetahuan akademik semata, namun juga berangkat dari kasus-kasus nyata secara global yang memerlukan sumbangsih pemikiran sebagai solusi bersama. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya