JAKARTA - Lulusan SMK atau vokasi menjadi incaran perusahaan. Mereka diyakini siap kerja dan inovatif serta lebih terampil.
Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kiki Yuliati mengatakan lulusan vokasi dilirik perusahaan asing untuk magang. Bahkan magang juga dilakukan di luar negeri.
"Saat ini lulusan SMK dan vokasi justru sudah diijon. Perusahaan asing minta ke saya untuk siapkan anak-anak SMK dan vokasi untuk magang di luar negeri. Karena mereka siap kerja di industri," ujarnya kepada wartawan, dikutip Minggu (15/10/2023).
Dalam Bimtek Digitalisasi Guru SMK se-Kota Payakumbuh Tahap II yang diikuti 100 guru SMK se-Kota Payakumbuh. Kordinator kurikulum bidang pembinaan SMK Anita mengatakan setiap sekolah akan mempresentasikan inovasi yang akan ditampilkan di SMK Expo.
Agenda yang lain adalah studi banding. Kegiatan ini ditujukan untuk melihat SMK di Pulau Jawa, agar SMK kita bisa mendapat bandingan mengenai perkembangan SMK yang ada.
“Studi ini penting agar SMK kita tidak seperti katak dalam gelas kaca. Ini bisa juga untuk merancang produk inovatif yang akan dihasilkan,” kata Ketua DPRD Sumbar, Supardi.
Pendidikan, pariwasata, dan budaya, adalah tiga bagian penting dalam agenda wujudkan Kota Payakumbuh yang maju, berkepribadian, terbuka akan hal-hal baru, tanpa kehilangan identitas budaya. Ketiga sektor itu kini tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar.
Sejak November 2022 lalu Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi untuk guru SMK se-Payakumbuh, yang didanai oleh pokir Ketua DPRD Sumbar, Supardi. Rangkaian bimtek dengan tema besar Creative Learning in Digital Age ini, telah diikuti oleh ratusan guru SMK se-Kota Payakumbuh.
Secara khusus, Bimtek tersebut diselengggarakan demi menciptakan tenaga pendidik di SMK-SMK yang cakap digital dan memahami dunia digital itu sendiri. Dengan pembelajaran berbasis digital, siswa maupun tamatan SMK bisa menjadi enterpreneur yang handal digital, inovatif, dan mandiri.
Sumber daya manusia melek digital seperti itulah yang akan menjadi bagian penting pembangunan pariwisata berbasis budaya. Para siswa tamatan SMK bisa mengisi pos-pos dalam ekosistem pariwisata seperti pemasaran digital, aplikasi pemandu wisatawan, hingga produksi konten-konten media sosial untuk kepentingan promosi pariwisata, tepatnya pariwisata budaya.
Karena, seperti sering disinggung Ketua DPRD Sumbar Suparadi di berbagai kesempatan, Payakumbuh harus hadirkan konsep wisata budaya, karena ‘keunikan’ dan ‘kekhasan’ budaya Payakumbuh tidak akan ditemui di kawasan-kawasan wisata lain.
“Kalau soal pemandangan alam, hampir semua kawasan wisata punya pemandangan alam yang sama indahnya dengan pemandangan di Harau” jelas Supardi saat berdiskusi dalam Bimtek Digitalisasi Guru SMK se-Kota Payakumbuh berlangsung dari 11-14 Oktober 2023 lalu di Bukittinggi.
“Apa yang membedakan kita, yang menjadi daya tarik wisata kita, adalah budaya kita sendiri, yang belum tentu ditemukan di tempat lain,” katanya.
“Saya bersama pemerintah, punya mimpi menjadikan Payakumbuh wisata berbasis budaya, sekaligus kota digital,” ucapnya.
Harus Inovatif
Satu hal penting yang juga kerap disinggung Supari adalah kebutuhan akan suatu ekspo SKM, dimana para pelajar SMK diberi ruang untuk memamerkan dan menyebarkan inovasi-inovasi mereka. Kini Dinas Provinsi bersama Supardi tengah merancang ekspo tersebut.
Dalam Ekspo SMK 2023 yang akan diadakan di Payambuh nanti itu, karya-karya inovasi siswa SMK tidak hanya dipamerkan atau dijual. Lebih dari itu, karya-karya tersebut bisa dikembangkan lebih jauh guna diintegrasikan dengan pembangunan pariwisata.
BACA JUGA:
“Materi-materi dari Bimtek-bimtek itu sebelumnya saling berkesinambungan satu sama lain. Materi di awal-awal, akan dierkuat dan diperdalam pada materi-materi workhop selanjutnya,” kata Supardi.
Geovani Farel dan Bayu Ramadani Fajri, dua akademisi muda dari Universitas Negeri Padang, khusus dihadirkan dalam Bimtek Digitaliasi SMK teranyar. Mereka berdua adalah akademisi di bidang teknologi informatika dan desain grafis, yang berikan materi yang diberikannya menekankan pada kesiapan sekolah untuk mengikuti ekspo. Mulai dari konsep, teknis, hingga evaluasi ekspo.
Instruktur lainnya, Bayu Ramadani Fajri menambahkan, dalam Ekspo SMK 2024 yang tengah dirancang itu, para pelajar akan diposisikan sebagai subjek aktif, tidak sekedar memamerkan produknya, namun juga mempresentasikan produk tersebut. Untuk memperluas jangakuan, Ekspo SMK 2024 akan dilakukan secara offline dan online sehingga bisa diikuti investor dari luar kota sekalipun.
Payakumbuh pada dasarnya adalah kota Pilot Project untuk suatu agenda besar memajukan Payakumbuh di masa depan. Sebuah kota digital, dengan pembelajaran digital, dengan akses informasi dan pelayanan yang serba cepat dan efisien, yang pada gilirannya akan menyokong pariwisata berbasis budaya. Jika berhasil, project serupa akan diterapkan di kota-kota lain, terutama dalam soal pembelajaran digital.
(Marieska Harya Virdhani)