JAKARTA - Ada pepatah yang mengatakan rajin pangkal kaya. Namun sosok Zhang Xinyang, seorang pria cerdas asal China lebih memilih untuk hidup sengsara meskipun sebenarnya ia sangat cerdas. Di usianya yang ke-28 tahun, dia memilih menjadi seorang pengangguran yang hidup dari sokongan orangtuanya.
Semua ini dilakukan karena ia menilai bahwa masa kecilnya sudah direnggut oleh kedua orangtuanya. Yang mana sejak dulu, ia dipaksa untuk mengejar prestasi akademis tanpa mempedulikan kebahagiannya sebagai anak kecil yang butuh bermain.
BACA JUGA:
Zhang sendiri telah memecahkan berbagai rekor dunia berkat kecerdasannya. Melansir berbagai sumber, Jumat (13/10/2023), ia bahkan sudah masuk kuliah di usia 10 tahun, mendapat gelar Doktor di usia 19 tahun, dan menjadi dosen hingga ia berusia 21 tahun.
BACA JUGA:
Namun sejak pensiun menjadi dosen, Zhang lebih memilih untuk bekerja sebagai freelance yang sangat selektif dalam menjalani suatu pekerjaan. Meskipun banyak pihak yang mengajaknya untuk kembali bekerja full time dan mengajar, ia selalu menolaknya.
Zhang saat ini memilih bergantung kepada orang tuanya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pria yang dahulu digadang-gadang akan menjadi orang sukses, kini hidup serba pas-pasan mengandalkan transferan dari orangtuanya.
BACA JUGA:
Pekerjaan freelancenya pun diketahui sangat jarang mendapat hasil yang memuaskan. Dengan kata lain, Zhang kini merupakan seorang pengangguran dan ia mengaku tidak menganggap hal tersebut sebagai sebuah masalah besar. Saat ini Zhang lebih sering rebahan.
(Marieska Harya Virdhani)