Studi tersebut berpendapat bahwa orang Babilonia kemungkinan besar mengetahui teorema Pythagoras atau, paling tidak, kasus khusus teorema diagonal persegi (d² = a² + a² = 2a²) lebih dari satu milenium sebelum dikaitkan dengan Pythagoras.
Bruce juga berpendapat bahwa pengetahuan Pythagoras mungkin telah diwariskan secara lisan antar generasi, berkontribusi terhadap reputasi Pythagoras sebagai nama teorema tersebut. Penemuan ini mendorong evaluasi ulang asal usul teorema Pythagoras dan tempatnya dalam sejarah matematika.
(Marieska Harya Virdhani)