Alat ini juga telah digunakan di daerah Kota Malang, Cianjur, Jogja, Aceh, Probolinggo dan sekitarnya. Tak hanya itu, alat ini juga dipesan langsung oleh tenaga pendidik asal United Kingdom (UK) sebagai perbandingan alat yang kompeten dalam mitigasi bencana gempa bumi.
“Untuk saat ini kami membuka pre-order dan sudah di pasarkan melalui freelancer di Aceh, Jogja, Lombok, Bogor, Probolinggo, Malang dan sekitarnya," tuturnya.
Produk lampu siaga gempa ini juga memberikan gebrakan baru dalam pemberian peringatan pertama sebelum terjadinya gempa bumi. Satu lampu ini dijual seharga Rp 400 ribu dengan keunggulan mampu mendeteksi gempa bumi mulai dari getaran rendah, menengah, hingga getaran tinggi yang disertai oleh bunyi alarm yang berbeda-beda.
(Marieska Harya Virdhani)