JAKARTA - Cara meningkatkan kualitas mutu pendidikan Indonesia. Salah satunya dengan kemitraan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan Australia.
Manager Unit Pendidikan Dasar di Kedutaan Besar Australia di Jakarta Nikolasia Budiman mengatakan, pesan penting tentang esensialnya kolaborasi dan kemitraan dalam menjaga pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan hasil belajar.
“Melalui forum ini, saya berharap semangat kemitraan yang terjalin dapat terus mendorong Indonesia maju. Perwakilan pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil yang hadir saat ini memiliki peran strategis dalam mempertahankan semangat gotong royong guna meningkatkan kualitas pendidikan anak Indonesia,” jelas Nikolasia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (30/8/2023).
Kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia adalah program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi). Direktur Program Inovasi Mark Heyward mengatakan bahwa meskipun Program Inovasi Fase II akan berakhir, upaya keberlanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dapat diteruskan lembaga mitra dan Pemerintah daerah.
Direktur Guru Pendidikan Dasar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Rachmadi Widdiharto mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Australia di sektor pendidikan. Selain itu, Rachmadi juga menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mendukung proses transformasi pembelajaran di Indonesia.
“Semangat dan praktik baik gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan kemitraan untuk pembelajaran pada hari ini perlu untuk terus dilanjutkan," kata Rachmadi dalam acara Kemitraan untuk Pembelajaran dengan tema Bahu Membahu Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa.
Karena itu diirnya meminta pemerintah daerah dapat terus melanjutkan kerja sama dengan mitra pembangunan lokal untuk mencapai target-target pembangunan daerah. Selain itu, dirinya meminta para mitra potensial, seperti pihak swasta, lembaga filantropi, dan pihak-pihak lain dapat menggunakan proof of concept atau praktik baik yang dipresentasikan pada kegiatan hari ini.
"Praktik baik ini menjadi modal kita bersama untuk membangun pendidikan berkualitas di seluruh penjuru Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar Billy Mambrasar memaparkan pengalamannya dalam mendukung Pemerintah Pusat dan daerah.
“Sebelum bergabung sebagai Staf Khusus Presiden, saya adalah aktivis pendidikan yang bergerak di pendidikan non-formal untuk anak-anak dan remaja melalui Yayasan Kitong Bisa di Papua. Yayasan Kitong Bisa berfokus kepada life-skill dan literasi yang hingga saat ini sudah menjangkau 5.000 anak tiap tahunnya,” jelas Billy.
Terkait perannya sebagai Staf Khusus Presiden RI bidang Pendidikan, Billy juga menambahkan bahwa banyak pendekatan yang dilakukan oleh Inovasi masuk ke dalam rekomendasi kebijakan pendidikan yang dia tuliskan untuk Presiden Jokowi.
Sekadar informasi, Kemitraan untuk Pembelajaran bertujuan untuk mendorong keberlanjutan kemitraan antara pemerintah daerah dengan berbagai lembaga non-pemerintah seperti universitas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi masyarakat guna meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di Indonesia.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga non-pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dalam bidang literasi, numerasi, dan inklusi melalui mekanisme hibah.
Mulai dari fase I (2016-2020) hingga fase II (2020-2023), sebanyak 40 organisasi non-pemerintah telah terlibat dalam pelaksanaan program hibah ini.
Program-program tersebut telah dijalankan di empat provinsi mitra Inovasi, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara. Hasilnya, kolaborasi ini telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di masing-masing daerah.
Lebih dari sekadar menyebarkan praktik dan dampak positif dari program yang dijalankan oleh mitra Inovasi, acara Kemitraan untuk Pembelajaran juga berfungsi sebagai ajang untuk memperluas jaringan serta membangun hubungan antara para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian dalam dunia pendidikan.
(Dani Jumadil Akhir)