Asal Usul Sedotan, Alat yang Mempermudah Menyeruput Minuman Favorit

Tika Vidya Utami, Jurnalis
Sabtu 27 Mei 2023 15:55 WIB
Ilustrasi sedotan (Foto: Womenshealthmag)
Share :

JAKARTASedotan banyak dijumpai saat orang membeli minuman di pinggir jalan maupun di sebuah tempat makan. Dengan sedotan, menyeruput minuman favorit terasa menjadi lebih mudah dan tentunya menyenangkan.

Tapi, tahukah Anda dari mana asal-usul sedotan? Asal usul sedotan dimulai saat seorang lelaki bernama Marvin Chester Stone kesulitan untuk menyeruput minuman sehingga terciptalah benda yang disebut sedotan.

Menurut berbagai sumber, sekitar 1880-an, Marvin merasa kesulitan serta tidak nyaman saat menyeruput minuman mintnya. Ia pun menggunakan rumput gandum sebagai alat penyedot, tetapi tidak bertahan lama. Dari hal itu, muncul ide untuk membuat sedotan yang lebih tahan lama.

Pada percobaan pertama, Marvin membungkus potongan kertas di sekitar pensil. Ia kemudian merekatkannya dan menjadi prototipe awal dari sedotan minuman yang terbuat dari kertas. Marvin lalu mematenkan desain sedotan pertamanya pada 1888. Dua tahun kemudian, pabrik yang dimiliki Marvin yaitu Stone Industrial memproduksi sedotan secara massal.

Pada 1930, sedotan pun berkembang menjadi sedotan yang dapat ditekuk. Sedotan ini diperkenalkan oleh Josep Friedman. Saat itu, Joseph melihat putrinya yang minum milkshake menggunakan sedotan kertas.

Dari hal itu, ia pun berpikir memasukkan sekrup ke dalam sedotan, melilitkan benang di sekitar alur sekrup serta mengeluarkannya. Dengan lekukannya, pipet bisa ditekuk tanpa putus. Atas pencapaian tersebut, Joseph mematenkan temuannya dan mendirikan perusahaan Flex Straw guna memproduksi sedotan tekuk.

Perlahan, sedotan kertas pun mulai tergesar setelah adanya sedotan plastik. Produsen membuat sedotan plastik karena dinilai lebih cepat, murah, serta tahan lama. Pada 1960-an, infrastruktur untuk memproduksi sedotan plastik secara umum diberlakukan.

Meski sedotan dipatenkan oleh Marvin pada 1888, namun temuan sedotan diperkirakan sudah ada sejak 3.000 SM. Sama halnya seperti fashion, tren sedotan pun ikut berputar. Sedotan kertas yang pernah berjaya di masanya, kembali marak digunakan. Tren tersebut terjadi seiring dengan berkembangnya isu ramah lingkungan saat ini. Inovasi sedotan juga terus bermunculan guna menjawab kebutuhan manusia.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya