Jalan Perjuangan Nyi Hajar Dewantara, Setia Dampingi Sang Suami Kuatkan Pendidikan Indonesia

Ajeng Wirachmi, Jurnalis
Senin 24 April 2023 04:54 WIB
Ilustrasi (Freepik)
Share :

Pernikahannya dengan Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat berlansgung pada 4 November 1907. Pernikahannya ini membawa angin baru bagi Nyi Hajar, sebab membuat ia semakin mengenal politik dan jurnalistik.

Pemikiran Ki Hajar yang sangat luas dan mengkritisi pemerintahan kolonial juga berpengaruh terhadap Nyi Hajar, sehingga pasangan ini memiliki semangat kemerdekaan dan berani melakukan pemberontakan kepada pihak Belanda.

 BACA JUGA:

Nyi Hajar setia mendampingi suaminya yang dibuang ke Pulau Bangka oleh pemerintah kolonial. Pengasingan itu dilakukan usai Ki Hadjar menulis sebuah artikel bertajuk “Als Ik Eens Nederlander Was” atau “Seandainya Aku Orang Belanda”.

Upaya Nyi Hajar untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan melalui perjuangan suaminya. Pada 22-25 Desember 1928, Nyi Hajar berpartisipasi dalam Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Dalam acara tersebut, setidaknya terdapat 30 organisasi yang tersebar di 12 kota di Jawa dan Sumatera. Bersama dengan R.A Soekonto, Nyi Hajar duduk mendampingi sebagai Wakil Pimpinan Kongres.

Fokus pembahasan kongres tersebut adalah kesejahteraan dan peran wanita Indonesia. Apalagi, kala itu kaum wanita sangat sulit mendapatkan hak setara dengan pria.

Salah satu keputusan yang dihasilkan dari Kongres Perempuan Indonesia pertama adalah berdirinya PPPI (Perserikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia) yang bertugas untuk mencegah adanya pernikahan dini, membantu perempuan yang tidak mampu, dan menerapkan pendidikan keputrian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Edukasi lainnya