"Produksi kami banyak setelah dibuat sistem tunnel oleh Kemensos. Namun kami tetap perlu pendampingan utuk pemasaran, karena saat ini kita over stock sehingga harganya jatuh (turun)," kata I Wayan Rena, Ketua Kelompok Petani Garam Sarining Segara dikutip dalam rilis resmi Kemensos, Rabu (21/12/2022).
Mendengar hal itu, Mensos segera menginstruksikan jajarannya untuk membantu proses pemasaran.
Selain itu juga Mensos mengarahkan untuk memberikan pelatihan pengolahan garam menjadi suatu produk industri untuk memenuhi permintaan pasar, seperti industri kosmetik hingga aneka pangan.
"Bisa gak kita olah, seperti jadi kosmetik. Jadi grade nya agak tinggi. Cuma ada prosesnya dan kita bisa minta bantuan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Coba nanti saya fikiran untuk diluar produksi. Jadi ada pengolahan lanjutan dari garam ini."ujar Mensos.
Bertolak dari Desa Kusamba, Mensos mengunjungi desa penerima manfaat instalasi air terpadu di Kasaman, Kecamatan Klungkung.
Instalasi air ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 200 KK dan 12.000 liter atau 600 galon air siap minum per hari.
Siswa-siswi SD 1 Kamasan pun meminum air dari instalasi terpadu tersebut. Hal ini disaksikan langsung oleh Mensos saat mengunjungi SD yang sempat kesulitan air ini.
Selepas berkunjung ke Instalasi Air Terpadu di Desa Kamasan, Mensos melanjutkan perjalanan menuju lokasi penerima manfaat bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan PENA di Kelurahan Semarapura Tengah, Kabupaten Klungkung, Bali.