Gubernur Khofifah Berencana Kirim Mahasiswa Jatim KKN di Malaysia

Lukman Hakim, Jurnalis
Senin 19 Desember 2022 10:55 WIB
Gubernur Khofifah berencana kirim mahasiswa Jatim KKN di Malaysia/Lukman Hakim
Share :

SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya di Malaysia.

Tak terkecuali perlindungan terhadap pendidikan yang layak bagi anak-anak keluarga PMI.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat bertemu Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono di Wisma Duta Indonesia, Jalan U Thant Kuala Lumpur, Minggu (19/12/2022) malam.

Pemprov Jatim, kata dia, sangat siap untuk mendukung kebutuhan tenaga pendidik di sanggar pendidikan Malaysia.

Terlebih di Malaysia, jumlah PMI asal Jatim cukup besar. Karena itu, inisiasi tersebut akan dikolaborasikan bersama perguruan tinggi di Jatim dengan mengirimkan para mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Malaysia.

"Terkait anggaran operasionalnya akan kita koordinasikan apakah memungkinkan dibantu oleh Baznas atau menggunakan APBD. Jika melalui APBD, maka dibutuhkan telaah agar program ini dapat terlaksana dengan baik," ujar Khofifah.

Komitmen ini selaras dengan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI. Tidak hanya layanan pendidikan kesetaraan, Khofifah juga berharap para peserta didik di sekolah Indonesia luar negeri mendapatkan pelatihan keterampilan serta pembelajaran mengenai budaya Indonesia.

"Keterampilan siswa ini menjadi sangat penting. Sebab, ketika mereka lulus dan harus mencari pekerjaan di Malaysia akan memiliki kompetensi yang memadai. Begitu juga terkait budaya Indonesia yang tidak boleh hilang dari setiap generasi kita meski hidup di negeri rantau," tutur orang nomor satu di Jatim tersebut.

Tak hanya terkait pendidikan, Khofifah juga menyampaikan program misi dagang antarnegara yang diusungnya dalam kunjungan ke Kuala Lumpur ini.

Pihaknya mengaku, misi dagang yang biasa digelar antar provinsi di Indonesia kini juga dilakukan antarnegara.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak neraca ekspor Jatim ke Malaysia.

"Ekspor non migas asal Jatim ke Malaysia tercatat tertinggi kedua secara nasional. Kinerja perdagangan ini harus terus didorong dengan memaksimalkan potensi UMKM serta produk unggulan dari Jatim," ujar dia.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya