Disdik Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Prokes di Sekolah Tak Boleh Lengah

Adi Haryanto, Jurnalis
Senin 14 November 2022 16:45 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih/MPI
Share :

BANDUNG BARAT - Tren kenaikan kasus Covid-19 belakangan mengalami gejala kenaikan kembali secara nasional. Hal tersebut salah satunya karena disebabkan kemunculan tiga subvarian baru Covid-19, yakni varian BA2.75, XBB, dan BQ1.

Berdasarkan data pekan lalu, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan penambahan kasus harian terbanyak setekah DKI Jakarta, yakni sebanyak 1.013 kasus baru.

Sehingga hal itu harus menjadi perhatian berbagai kalangan agar tidak lagi ada lonjakan kasus Covid-19.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih mengatakan, tetap memperingatkan sekolah agar tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Hal tersebut sebagai antisiasi munculnya penyebaran virus di lingkungan sekolah.

"Sekolah tetap diminta menjalankan protokol kesehatan seperti yang sudah dijalankan selama ini. Tidak boleh kendur atau lalai, apalagi sekarang tren kasusnya secara nasional mulai ada peningkatan lagi," ucapnya di Ngamprah, Senin (14/11/2022).

Menurutnya, aturan penerapan prokes di lingkungan sekolah masih belum dicabut. Sehingga semua sekolah harus tetap menjalankan prokes sesuai yang ditetapkan pemerintah. Seperti menyediakan tempat mencuci tangan, menyiapkan hand sanitaizer, serta memakai masker.

Selain itu physical distancing di sekolah juga harus tetap dijaga dan menghindari kerumunan. Jangan sampai guru maupun siswa lupa menerapkan prokes ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena merasa bahwa kasus Covid-19 sudah melandai.

"Di ruangan sekolah siswa tetap harus memakai masker, kalau ada yang tidak menerapkan prokes, guru berhak untuk mengingatkan," tuturnya.

Sejauh ini, lanjut dia, tidak ada temuan kasus Covid-19 dari lingkungan sekolah. Padahal jumlah sekolah di KBB cukup banyak, untuk tingkat SD total ada sebanyak 678 negeri dan swasta.

Sedangkan SMP total ada 67 negeri dan 120 swasta. Aktivitas belajar tatap muka 100% juga sudah diterapkan sejak awal tahun lalu.

"Kami mengimbau sekolah agar tidak lengah, jalankan prokes secara disiplin sehingga tidak ada kasus siswa yang terpapar Covid-19. Selama ini pun di KBB untuk di lingkungan sekolah masih nihil kasus, itu berkat kedisiplinan sekolah, tenaga pendidik, siswa, dan orangtua dalam menjalankan prokes," tuturnya.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya