Refleksi Hari Pahlawan dalam Dunia Pendidikan dan Kampung Pancasila

Antara, Jurnalis
Kamis 10 November 2022 11:58 WIB
Kegiatan belajar mengajar di SMP yang ada di Makassar/Antara
Share :

Hal tersebut penting dalam menghadapi benturan dengan berbagai kepentingan global, baik di bidang sosial, politik, bahkan benturan budaya yang semuanya itu difasilitasi dengan digitalisasi yang sangat kuat berpengaruh di semua aspek kehidupan.

Menghadapi kenyataan itu generasi penerus cenderung tidak memahami sejarah, dikarenakan sejarah tidak lagi menjadi mata pelajaran utama di kurikulum nasional. Mereka akan terombang-ambing akibat benturan yang sangat dahsyat dalam empasan gelombang besar pergumulan budaya global.

Padahal lewat sejarah, generasi pelanjut ini akan mengenali pahlawan mereka sebagai bagian dari sejarah dan identitas mereka sebagai bangsa yang besar.

Sejatinya Hari Pahlawan menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap kondisi objektif dunia pendidikan di Indonesia.

Para pahlawan yang telah gugur mempertaruhkan jiwa raganya untuk merebut kemerdekaan, harus dihargai dengan mengisi kemerdekaan dengan mereproduksi pahlawan-pahlawan baru melalui pendidikan.

Pahlawan masa kini tidak lagi dari mereka yang merelakan jiwa raganya menghadapi para agresor, tetapi mereka yang mampu membuat inovasi kreatif dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Inovasi kreatif hanya dapat berkembang apabila didukung oleh sistem pendidikan yang adaptif-fleksibel terhadap perubahan zaman serta didukung oleh kebijakan riset dan pengembangan yang progresif-proporsional.

Hari Pahlawan akan semakin bermakna apabila dijadikan ajang untuk merefleksikan kembali spirit kejuangan para pahlawan untuk mencapai kemandirian bangsa secara bermartabat.

Patut disadari bahwa untuk menjadi bangsa besar, tangguh dan berpengaruh, maka salah satu kekuatan strategis yang harus dipersiapkan adalah kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi.

Pasalnya, hanya dengan kualitas SDM yang tangguh, cita-cita menjadi bangsa yang berdikari akan tercapai.

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif agar semua elemen bangsa terpanggil untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan visioner untuk mewujudkan kemandirian bangsa di masa depan.

Hari pahlawan pada dunia pendidikan sangat berarti. Alasannya, karena tanpa pejuang, maka generasi penerus tidak bisa mengecap pendidikan.

Dari semua elemen pendidikan, setidaknya generasi muda dapat melanjutkan perjuangan itu dengan belajar yang baik dan membawa pendidikan ini menjadi sebuah perjuangan memerdekakan bangsa dalam seluruh ketertinggalan, khususnya ketertinggalan dalam dunia pendidikan.

Dengan memacu diri dan memberikan semangat kepada yang lain untuk membawa dunia pendidikan lebih baik dan lebih maju, maka makna pahlawan dalam dunia pendidikan memiliki arti tersendiri dalam kehidupan generasi penerus bangsa.

Kampung Pancasila

Salah satu upaya menyinergikan nilai-nilai juang dari para pahlawan dan pendiri bangsa dan negara, termasuk sebagai wadah edukasi bagi generasi muda adalah pembentukan Kampung Pancasila.

Pembentukan Kampung Pancasila yang digagas Dandim 1408/Mks Kolonel Inf Nurman Syahreda bersama Pemerintah Kota Makassar ini, dilakukan sepekan sebelum peringatan Hari Pahlawan.

Tujuannya sederhana, melalui Kampung Pancasila ini kembali akan disosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan semangat perjuangan para pendiri bangsa kepada masyarakat.

Dengan adanya Kampung Pancasila ini, generasi milenial atau Gen-Z akan diperkenalkan nilai-nilai Pancasila dan kejuangan para pahlawan seperti tolong-menolong, persatuan, toleransi dan gotong-royong.

Misi tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang tersebar di 15 kelurahan di Kota Makassar. Karena itu, bersama personel TNI, Kepolisian dan Forkopimda Makassar.

Tak heran jika masyarakat memberikan dukungan dan respons positif dari dengan membantu pemasangan bener, spanduk, pembuatan posko dan gotong royong dalam kegiatan di setiap lorong dan jalan di Kota Makassar.

Salah seorang warga di Kecamatan Ujung Pandang, Abdul Haris mengatakan dengan adanya tag line sebagai Kampung Pancasila, tentu generasi mudanya kembali belajar tentang nilai-nilai Pancasila dan semangat kepahlawanan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya dengan ada simbolisasi Kampung Pancasila, dapat mengeliminasi perang kelompok, aksi geng motor ataupun begal yang dilakukan anak-anak muda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya