SUKABUMI - Siswa-siswi SMP Negeri 4 Cibitung Kabupaten Sukabumi harus mendayung perahu yang mogok akibat mesin perahu yang sudah rusak untuk pergi ke sekolah.
Pihak sekolah berharap ada bantuan perahu yang merupakan transportasi vital bagi pelajar di Cibitung.
Plt. Kepala SMP Negeri 4 Cibitung, Karmiati mengatakan bahwa sebanyak 2 perahu sumbangan pihak swasta yang diberikan di tahun 2019, kini sering mengalami kerusakan pada bagian mesin.
Kejadian para pelajar mendayung perahu akibat mogok tersebut, bukan hanya sekali akan tetapi berulang-ulang terjadi.
"Kami dari pihak sekolah sudah mengupayakan dengan memperbaikinya, namun setelah diperbaiki mesin perahunya, sehari atau dua hari perahu dapat berjalan normal tapi selanjutnya mogok lagi, terus seperti itu keadaannya berulang-ulang," ujar Karmiati kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (2/11/2022).
Selain itu juga upaya pihak sekolah, lanjut Karmiati, sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, namun prosedur dan mekanisme pengajuan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan upaya lain yang sudah ditempuh, akan tetapi hingga kini belum terealisasikan.
"Untuk membeli satu perahu yang nilainya puluhan juta rupiah, tidak mungkin dilakukan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), karena dana BOS yang diterima pihak sekolah tidak besar. Kebutuhan akan perahu sangat penting dan mendesak untuk dipergunakan siswa pergi setiap hari ke sekolah," ujar Karmiati.
Lebih lanjut Karmiati mengatakan bahwa setiap hari selama 45 menit para murid SMPN 4 Cibitung menggunakan perahu untuk pergi ke sekolah, di wilayah Kecamatan Cibitung, perahu merupakan transportasi efektif, karena wilayah geografis pemukiman warga dan lokasi sekolah berada di sepanjang aliran sungai Cikaso.
"Kami berharap kepada siapapun, baik dari pemerintah maupun swasta ada yang berbaik hati menyumbangkan perahu bagi untuk sarana transportasi penunjang kegiatan belajar mengajar. Saya sedih melihat anak-anak di sini yang semangat belajarnya tinggi namun tidak diimbangi dengan fasilitasnya," ujar Karmiati.
(Natalia Bulan)