Apa Alasan Banten Pisah dari Jawa Barat? Begini Penjelasannya

Zseztar Juvendhitama, Jurnalis
Rabu 02 November 2022 08:16 WIB
Kota Serang Banten/Wikipedia
Share :

JAKARTA - Kemauan masyarakat Banten untuk melepaskan diri dari Jawa Barat sebenarnya telah ada sejak tahun 1950 dan Orde Baru.

Tetapi keiinginan tersebut selalu gagal. Saat setelah reformasi, Banten akhirnya mendapatkan momentum melepaskan diri dari Jawa Barat.

Pada 4 Oktober 2000, Banten sudah resmi menjadi daerah provinsi tersendiri. Banyak yang bingung, karena apa Banten lepas dari Jawa Barat?

Ada tiga alasan utama, yakni tingkat kemiskinan yang tinggi, masalah keterbelakangan pendidikan, dan ketertinggalan pembangunan.

Banten mempunyai peringkat kesenjangan yang tinggi pada sejumlah daerah lain di Jawa Barat, seperti Lebak, Serang, dan Pandeglang.

Lewat pembangunan provinsi Banten, masyarakat ingin percepatan kesejahteraan. Walaupun sehabis provinsi Banten eksis, tidak cepat menjadi daerah yang maju.

Alasan lain mengapa Banten berpisah dari Jawa Barat ialah status terbaik yang diturunkan pemerintah kepada Aceh dan Yogyakarta.

Masyarakat Banten ingat saat bersama Kesultanan Banten mempunyai bantuan besar di peperangan terhadap Belanda, menjadikannya layak untuk mendapatkan status daerah istimewa.

Justru, pada tahun 1949 pernah berdiri individual melawan blokade Belanda hingga harus membuat mata uang sendiri.

Perjuangan Untuk Menjadi Provinsi Banten

Masih jauh ketika Negara Indonesia ada, Banten telah dikenal sebagai wilayah perdagangan yang berkembang di abad ke-14 atau sekitar tahun 1330.

Setelah merdeka, Banten masuk menjadi provinsi ke-30 di Indonesia pada tahun 2000 lewat UU Nomor 23 Tahun 2000.

Sebelumnya, Banten hanya bertingkat kotamadya/kabupaten di Jawa Barat yang terbelakang dan miskin dengan kesenjangan yang tinggi dibanding wilayah lainnya.

Salah satu sosok pendiri provinsi Banten ialah Embay Mulya Syarif. Embay mengajak perjuangan pada segenap masyarakat Banten untuk melepaskan diri dari Jawa Barat dari 1950-an.

Cara itu sempat merosot, saat terjadi pemberontakan PKI 1965. Soeharto saat itu menuding gerakan ini sebagai komponen dari operasi PKI.

Saat setelah Soeharto dilengserkan rakyat saat reformasi 1998, Embay menggunakan momen ini untuk bersuara.

Bersamaan, Embay dengan sejumlah tokoh Banten diandalkan mengikuti sidang istimewa MPR November 1998.

Lalu, mereka diundang ke istana oleh Presiden BJ Habibie karena dianggap membantu kesuksesan sidang tersebut.

Semenjak itu, Embay berhubungan erat dengan presiden. Perlahan, Embay mengutarakan agar Banten menjadi provinsi, kotamadya pemekaran Banten Selatan, meminta perguruan tinggi dan Cilegon menjadi kotamadya.

Presiden sepakat atas usulan tersebut, tetapi terdapat sejumlah pejabat daerah menentang, yakni Bupati Pandeglang.

Kemudian, Presiden menyarankan untuk mengurus berkas-berkasnya ke DPR RI. Beragam media massa memberitakan hal ini dengan tema “Banten Menggeliat”.

Tak lama kemudian, dibuatlah KPPB (Komite Pembentukan Provinsi Banten) untuk menyiapkan pendirian provinsi Banten.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya