JAKARTA - Hidrokarbon alifatik berasal dari degradasi kimia lemak atau minyak dengan rantai terbuka dari atom C.
Senyawa ini terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu alkana, alkena, dan alkuna menurut jenis ikatannya.
Alkana termasuk hidrokarbon jenuh sementara alkena dan alkuna termasuk hidrokarbon tidak jenuh.
Lantas, apa itu alkana?
Alkana merupakan senyawa organik yang terdiri dari atom karbon dan hidrogen ikatan tunggal.
Senyawa ini tidak memiliki gugus fungsi lainnya.
Rumus umum alkana adalah CnH2n+2 dengan n yang menunjukkan jumlah atom karbon dalam molekul.
Tata nama senyawa alkana rantai lurus yang diberi dengan awalan n (n=normal).
Contoh:
CH3-CH2-CH2-CH3 : n-butana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 : n-pentana
Dalam alkana rantai bercabang, tata namanya diberikan dengan aturan sebagai berikut.
1. Rantai induknya diambil dari rantai karbon terpanjang
2. Pemberian nomor dimulai dari yang paling dekat dengan cabang.
3. Cabang merupakan gugus alkil dengan jumlah atom C sama, hanya akhiran –ana diganti –il.
Contohnya:
CH2-CH-CH2-CH3, menjadi CH3 dan diberi nama 2-metil butana
Contoh senyawa alkana lainnya beserta formula molekulnya.
1. Metana (CH4)
2. Etana (C2H6)
3. Propana (C3H6)
4. Butana (C4H10)
5. Pentana (C5H12)
6. Heksana (C6H14)
7. Heptan (C7H16)
8. Oktan (C8H18)
9. Nonane (C9H20)
10. Dekan (C10H22)
Alkana menjadi keluarga paling sederhana dari hidrokarbon. Setiap atom karbonnya membentuk empat ikatan dan setiap atom hidrogen membentuk satu ikatan.
Umumnya, alkana merupakan molekul non-polar sehingga ia tidak larut dalam air. Akan tetapi, alkana akan larut dalam pelarut organik.
Selain itu, untuk titik didih dan leleh alkana akan meningkat mengikuti dengan peningkatan berat molekul.
(Natalia Bulan)