Serta, para guru lanjutnya harus mampu mengisi ruang digital dengan konten-konten moderasi beragama dan informasi yang valid. Wibowo mengajak guru PAI untuk menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penguatan moderasi beragama.
Misalnya, seperti halnya di Perguruan Tinggi Keagamaan, sekolah juga turut menjadi lokomotif gerakan moderasi beragama yang menyampaikan pesan agama yang damai dan toleran.
“Ini penting dan sangat relevan untuk menjadi wadah kontra narasi pemahaman keagamaan yang rigid,"ujar Wibowo.
(Natalia Bulan)