Selain untuk menghibur rakyat usai masa penjajahan berakhir, lomba makan kerupuk juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa saat penjajahan kondisinya memprihatinkan dan sulit.
Cara kerja perlombaan ini biasanya kerupuk akan diikat dengan tali rafia pada sebuah tongkat kayu. Sebelumnya, tali akan disesuaikan dengan tinggi peserta, sehingga mereka tidak kesulitan saat menggigit kudapan tersebut. Jenis kerupuk yang digunakan pun adalah kerupuk putih.
Kerupuk ini terbuat dari adonan tepung tapioka yang dicampurkan dengan beberapa bumbu untuk menambah cita rasanya. Adonan tersebut lalu dikukus hingga matang, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum digoreng.
Para peserta nantinya akan berlomba untuk memakan kerupuk masing-maging hingga tak bersisa. Tantangan dari lomba tradisional ini adalah peserta tidak diperkenankan menggunakan saat sedang memakan kerupuk. Mereka hanya diperbolehkan menggunakan mulut untuk menggigit kerupuk.
Demikian sejarah lomba makan kerupuk yang diketahui ada masa sulit tentang kisa perjuangan masa depan Indonesia.
(RIN)
(Rani Hardjanti)