Sistem Kerja Gas Rumah Kaca Dalam Menjaga Kestabilan Temperatur Bumi, Bisa Hangatkan Suhu

Rina Anggraeni, Jurnalis
Jum'at 22 Juli 2022 12:41 WIB
Ilustrasi (Foto: Telegraph)
Share :

Saat ini gas rumah kaca merupakan gas yang terdapat di atmosfer yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Gas tersebut dapat timbul karena pembakaran bahan bakar fosil. Tanpa efek rumah kaca bumi akan menjadi beku, namun jika kebanyakan akan membuat dampak yang buruk bagi permukaan bumi yaitu dapat menyebabkan pemanasan global.

Berikut gas rumah kaca yang paling banyak pada atmosfer bumi :

1. Uap air

Uap air merupakan gas rumah kaca yang ditimbulkan secara alami dan akan bertanggungjawab terhadap terjadinya efek rumah kaca. meningkatnya temperatur yang ada di bumi disebabkan oleh gas-gas antropogenik yang menyebabkan meningkatkan kandungan uap air di lapisan troposfer.

Karbon dioksida, karbon dioksida terbentuk dari pembakaran fosil, limbah padat, dan kayu. Pada saat yang sama pohon yang ada di bumi berkurang, padahal yang dapat mengurangi karbon dioksida adalah pohon.

2. Metana

Metana merupakan komponen utama gas rumah kaca. Metana mampu menangkap panas 20 kali lebih besar daripada karbondioksida. Metana dapat dihasilkan dari pembusukan limbah organik.

Dinitrogen monoksida, merupakan gas insulator penghasil panas yang sangat kuat. Dinitrogen monoksida dihasilkan dari pembakaran fosil yang berasal dari lahan pertanian.

Berikut penjelasan sistem kerja gas rumah kaca dalam menjaga kestabilan temperatur bumi. (RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya