Terbaru, Hamim mendapat beasiswa kuliah di Maroko setelah lolos seleksi yang digelar Kementerian Agama.
Kepada Humas, Hamim bercerita bahwa seleksi tahun ini cukup ketat, karena diikuti 2.105 pendaftar, sementara kuota yang tersedia sangat terbatas.
Menurutnya, proses seleksi dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, seleksi berkas. Dari total pendaftar, ada 1.446 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi berkas dan berhak mengikuti tahap berikutnya.
Kedua, Test CBT (Computer Based Test) secara online.
“Soal- soal CBT terdiri dari mufradat, tarakib, dan qira'ah sebanyak 50 soal. Sejumlah 264 orang calon Masiko (Mahasiswa Maroko) lolos ke tahap berikutnya, yakni seleksi wawancara,” jelas Hamim di Mataram, dikutip dari laman Kemenag RI, Sabtu (2/7/2022).
“Tes wawancara untuk mencari 30 lulusan terbaik yang berhak menerima beasiswa ini,” sambungnya.
Hamim diumumkan lolos seleksi. Dia menjadi salah satu dari dua wakil NTB yang menerima beasiswa kuliah di Maroko.
Walaupun universitas yang dituju belum ditentukan pihak Kemenag, Hamim berharap bisa kuliah di Universitas Al-Qarawiyyin.