Selain itu, berbicara mengenai digitalisasi dan ekonomi, Anna Amalyah Agus, S.E., M.B.A., mengatakan, 64,2 Juta usaha mikro kecil menengah (UMKM) berkontribusi terhadap 60,51% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 24% UMKM sudah memanfaatkan e-commerce. Untuk itu, ia dan tim melakukan penelitian tentang alternatif model bisnis digitalisasi UMKM dan penciptaan iklim persaingan usaha sehat bisnis e-commerce di Indonesia.
Dari hasi penelitian tersebut, Anna mengatakan salah satu yang menjadi catatan penting adalah belum adanya pembaharuan terkait roadmap bisnis digital atau e-commerce yang masih diserahkan pada mekanisme pasar.
Pada hari pertama diskusi panel ini, turut hadir beberapa peneliti yang mempresentasikan penelitiannya, yaitu Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M., (Aspek Ketahanan Digital Tata Kelola Aliran Data Global); Shalahuddin Haikal, S.E., M.M., LL.M. (Kerangka Kebijakan dan Regulasi Pengembangan Layanan Urun Dana (Securities Crowdfunding) yang Berkelanjutan Guna Mendukung Perekonomian Nasional Dan Melindungi Kepentingan Investor); Dr. LG. Saraswati Putri, S.Hum., M.Hum., (Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM Pasca Pandemi Covid-19); Dra. Reni Chandriachsja, MPP., Ph.D. (Kolaborasi di antara Negara-Negara G20 untuk Pengarusutamaan Partisipasi Kaum Muda dalam Transformasi Digital dan Mempromosikan Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Inklusif di Indonesia); Dr. Tjut Rifameutia Umar Ali, M.A., (Mindfulness untuk Kesehatan Mental dan Wellbeing Kaum Muda di Era Transformasi Digital); Prof. Sutanto, Ph.D. (Menempatkan Digitalisasi Rantai-Pasok dalam Kebijakan G20); dan Vishnu Juwono, S.E., M.I.A., Ph.D. (Rekomendasi Kebijakan di Sektor Renewable Energy: Regulasi, Transparansi dan Partisipasi Publik).
Merumuskan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan merupakan bentuk kontribusi para ilmuwan dalam menerjemahkan hasil-hasil penelitian hingga memiliki implikasi praktis bagi para pemangku kebijakan dan juga masyarakat
(Natalia Bulan)