BANDUNG - Kejadian lanjut usia (lansia) dituding maling dan dikeroyok hingga meninggal dunia menjadi peristiwa tragis mestinya tidak terjadi. Masyarakat mestinya tidak mudah terpancing dan melakukan cek dan ricek informasi sebelum melakukan tindakan.
Sosiolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Nunung Nurwati mengatakan, kejadian tersebut menandakan rasa curiga masyarakat sangat tinggi dan mudah diprovokasi. Masyarakat dengan mudahnya melakukan tindakan tanpa terlebih dulu melakukan cek ricek kebenarannya.
"Kenapa masyarakat bisa berperilaku seperti itu, karena mereka sudah jenuh. Mereka jenuh dengan ketidakpastian hidup, kebijakan, dan penerapan aturan. Intinya, frustasi atas kondisi kehidupan yang terjadi," kata dia kepada MPI, Selasa (25/2/2022).
Baca juga: Tragis! Lansia Tewas Dikeroyok Massa karena Diteriaki Maling, Padahal Faktanya Begini
Dia menejelaskan kondisi itu menyebabkan masyarakat gampang sekali tersulut emosi. Ada sedikit saja kejadian, mereka langsung bereaksi. Melakukan tindakan yang serba instan. "Lama kelamaan akan berpengaruh ke perilaku mereka, " jelasnya.
Baca juga: Lansia yang Tewas Dikeroyok karena Dituduh Mencuri Sempat Dapat Ancaman Pembunuhan
Untuk menangkal perilaku seperti itu, Nunung menekankan pentingnya peran kontrol sosial masyarakat. Kontrol lingkungan ini penting membantu masyarakat menentukan mana yang benar dan salah. Mana tindakan boleh dan tidak.
"Nilai nilai agama juga perlu dikuatkan lagi kepada semua generasi, baik melalui lingkungan keluarga, sekolah formal, nonformal dan lainnya. Kalau semua berpangku kepada agama, insya Allah tidak akan terjadi peristiwa seperti itu. Nilai sopan santun juga perlu dikuatkan lagi," imbuhnya.
(Susi Susanti)