5 Pelaku Budaya Terima Penghargaan Kepercayaan terhadap Tuhan dan Masyarakat Adat

Neneng Zubaidah, Jurnalis
Jum'at 31 Desember 2021 13:09 WIB
Lima pelaku budaya terima penghargaan dari Kemendikbudristek di bidang kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat. (Kemendikbudristek)
Share :

JAKARTA - Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan tahun ini memberikan penghargaan kepada 27 pelaku budaya. Lima di antaranya penghargaan budaya di bidang Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat.

“Tahun ini merupakan tahun pertama diinisiasi penghargaan kebudayaan bagi tokoh, organisasi, dan lembaga yang berkontribusi dan berdedikasi tinggi di bidang Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat. Bentuk apresiasi pemerintah bagi mereka yang telah melestarikan nilai-nilai luhur spiritual dan kearifan lokal”, ucap Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi melalui siaran pers, Kamis (30/12/2021).

Pada tahun ini, khusus bidang Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) terdapat 4 kategori penghargaan yang diberikan Kemendikbudristek, yaitu: Tokoh Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Tokoh Masyarakat Adat, Organisasi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Lembaga Adat.

Sjamsul menjelaskan, berdasarkan hasil verifikasi dan penilaian, ditetapkan 5 penerima penghargaan. Untuk kategori Tokoh Masyarakat Adat yaitu Prof Dr Ir. Raudha Thaib (Sumatera Barat) dan Bandi/Apay Janggut (Kalimantan Barat).

Baca Juga : Itera Raih Penghargaan Mitra Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud Ristek 2021

Kemudian untuk kategori Tokoh Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yaitu alm. Sri Pawenang (DI Yogyakarta) dan alm Hertoto Basuki (Semarang), serta untuk kategori organisasi Kepercayaan adalah Persatuan Warga Sapta Darma.

Pemberian Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun ini dikemas dalam format berbeda dengan pertimbangan utama untuk meminimalkan dampak penyebaran Covid-19. Kemendikbudristek melaksanakan seremonial penyerahan Anugerah Kebudayaan di domisili penerima.

“Keberadaan dan peran penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat terhadap pemajuan kebudayaan perlu tersampaikan kepada masyarakat. Harapannya agar masyarakat khususnya generasi muda dapat mengambil nilai baik dari para penerima anugerah dan termotivasi untuk kembali mengenal kearifan lokalnya dan mengembangkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki saat ini,” tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya