PANGANDARAN - Seorang anak berusia 9 tahun di wilayah Pangandaran, Jawa Barat, terpaksa menjadi seorang pemulung. Hal itu terpaksa ia lakukan lantaran himpitan ekonomi yang mendera keluarganya.
Anak tersebut bernama Leon salah satu pelajar di bangku kelas 3 SDN 2 Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Leon tinggal bersama kakeknya setelah orang tua bercerai. Sementara kakeknya sudah lanjut usia dan tidak mampu untuk bekerja.
Leon melakukan aktivitas menjadi pemulung selepas sekolah hingga larut malam dengan bekal sebuah karung.
Saat sedang berteduh menghindari hujan di sekitar Taman Tugu Marlin Pangandaran, sekitar pukul 22.00 WIB Leon ditemukan kedinginan oleh Tim Tagana.
"Kami bawa dia ke Mako Tagana dan diminta keterangan lalu diantar pulang," kata Ketua Tagana Pangandaran Nana Suryana, Kamis (2/12/2021).
Leon tinggal bersama kakeknya di Dusun Bojongkarekes RT 002/013 Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga : Bocah TK Jadi Pemulung Sampah Bersama Kakaknya, Tetap Tegar Meski Harus Bekerja
"Rupanya dia setiap hari memungut rongsok hinggal malam dengan rute jalan Raya Babakan-Pangandaran hingga ke wilayah Cikembulan," jelas Nana.