JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono meninjau serbuan vaksinasi maritim yang digelar Diskes Lantamal III di Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Selasa (2/11/2021).
Dalam kesempatan itu, Yudo sempat berinteraksi dengan sejumlah masyarakat maupun siswa sekolah dari SMAN 1 Pusakanagara Subang, Jawa Barat.
"Ini (Vaksin) yang pertama atau yang kedua pak?," Tanya Yudo kepada salah satu warga lansia di tempat. "Baru yang pertama Pak," jawab warga tersebut.
Tidak berapa lama, mantan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada I) ini mendekati sejumlah siswa yang sedang duduk mengantri untuk mendapat giliran divaksin.
"Kelas berapa ini?," tanya Yudo ke siswa.
"Kelas 12 pak," Jawab siswa serentak.
Yudo kembali bertanya kepada siswa tersebut. "Siapa di antara kalian yang ingin jadi pasukan TNI Angkatan Laut?," tanya Yudo kembali.
Sontak salah satu dari belasan siswa tersebut dengan berani mengangkat tangannya. "Saya Pak, saya ingin jadi TNI Angkatan Laut," jawab siswa kelas 12 bernama Dede Sandi (17).
Melihat keberanian siswa tersebut. Yudo langsung memanggil Dede untuk mendekatinya. Saat dihampiri, Yudo menanyakan tinggi badan Dede. Hal ini merupakan syarat utama sebagai prajurit.
"Berapa tinggi kamu? Tapi, tinggi kamu pas yah. Badan juga saya lihat juga cukup," ucap Yudo.
Baca Juga : Ketika KSAL Bertemu Sahabat Kecilnya di Tempat Vaksinasi
Tidak berapa lama berinteraksi, Dede tidak segan-segan mengajak KSAL berfoto bersama.
Menurut Dede, keinginan menjadi TNI Angkatan Laut merupakan cita-citanya sejak kecil. Sehingga hal inilah yang membuat dirinya ingin mencoba masuk sekaligus mengikuti jejak keluarga.
"Karena TNI itu gagah, berani, terus juga bela negara kan. Ini cita-cita saya dari kecil juga. Keluarga juga ada yang TNI Angkatan Laut, semoga saya bisa," kata Dede.
Menanggapi keinginan Dede untuk masuk TNI, jenderal bintang empat itu pun memberikan beberapa pesan. Salah satunya adalah menyiapkan fisik, mental, dan menjauhi lingkungan yang tidak baik.
"Kemudian dari akademis juga demikian, mental ideologi, psikotest, dan tentunya bisa belajar dari buku-buku. Tapi yang penting fisik dulu, karena fisik ini agak susah untuk dipertahankan," pesan Yudo.
Yudo menjelaskan, setiap tahun TNI AL membuka pendaftaran untuk anak muda mana pun dari Sabang sampai Merauke. Pendaftaran masuk sama sekali tidak dipungut biaya.
Hanya saja, Yudo tak memungkiri bahwa nantinya calon pendaftar bisa mengeluarkan biaya tertentu untuk kepentingan pribadi. Misalnya untuk transportasi, makan, atau penginapan selama proses pendaftaran.
(Erha Aprili Ramadhoni)