MAMUJU - Lantaran tidak memiliki ruangan kelas, siswa sekolah dasar negeri 042 Kunyi, Polewali Mandar, Sulawesi Barat terpaksa harus belajar di bawah kolong rumah warga. Tak hanya itu saja lokasi tempat dimana siswa belajar ini berada tepat di samping kandang ayam hingga membuat siswa merasa tak nyaman belajar lantaran aroma yang tak sedap hingga konsentrasi para siswa terganggu.
Puluhan siswa kelas 1 dan kelas 2 SD Negeri 042 Desa Kunyi Kecamatan Anreapi terpaksa belajar secara tatap muka di tempat yang tak layak. Para siswa itu terlihat tak nyaman belajar di bawah kolong rumah warga, alih-alih di ruang kelas di sekolah.
Para siswa mengaku tak nyaman akibat bau tidak sedap yang dihasilkan dari kandang ayam milik warga yang berada tepat di samping tempat mereka belajar. Mereka berharap agar sekolahnya secepatnya bisa mendapatkan bantuan, sehingga mereka kembali dapat belajar dengan nyaman.
Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SD Negeri 042 Kunyi, Ishak Bahar mengatakan bahwa sejak dibangun pada 2012 lalu, sekolah ini belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan sekolah.
BACA JUGA: Miris! Sekolah di Sumut Bak Kandang Hewan, jika Hujan Siswa Diliburkan
Sekolah hanya memiliki dua ruangan kelas yang terpaksa disekat menjadi empat ruangan untuk ditempati siswa belajar. Sekolah ini memiliki 83 siswa yang terdiri dari siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Siswa kelas 3,4,5, dan 6 belajar di kelas sementara siswa kelas 1 dan 2 belajar di bawah kolong rumah warga sekitar.
Tak hanya ruang kelas, sekolah ini tak memiliki kantor apalagi ruangan perpustakaan, tetapi para siswa ataupun guru tetap antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Meski siswa belajar tatap muka dalam kondisi darurat, namun protokol kesehatan di sekolah ini tetap diterapkan. Siswa wajib mencuci tangan, cek suhu tubuh dan memakai masker saat sedang belajar.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Polewali Mandar, Hamka mengatakan bahwa sekolah tersebut awalnya merupakan kelas jauh. Karena itu, sekolah itu tidak bisa diusulkan ke pusat untuk menerima bantuan dana alokasi khusus lantaran terkendala aturan.
(Rahman Asmardika)