SUBANG - Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Subang, Jawa Barat, digelar dengan penerapan protokol kesehatan dan mempercepat durasi kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi mengatakan, setiap sekolah harus sudah menyiapkan penerapan protokol kesehatan untuk pembelajaran tatap muka.
Baca juga: Mitigasi Keluarga Komorbid Harus Diberlakukan Sebelum Sekolah Tatap Muka
Hal itu dilakukan menyusul terus menurunnya kasus Covid-19 di wilayah Subang.
Ia menekankan, pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus dilakukan secara terbatas.
Baca juga: Turki Mulai Sekolah Tatap Muka pada Tahun Ini
Menurut dia, baik jumlah siswa yang sekolah dan durasi kegiatan belajar mengajar, itu harus dibatasi jika nanti diaktifkan pembelajaran tatap muka.
Kepala SMPN 1 Subang Edi Badriyah mengatakan, pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan secara terbatas, hanya diikuti oleh 50% siswa dan guru pengajar.
"Untuk siswa atau pelajar yang lainnya bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring di rumah," kata Edi.
Ia menyampaikan, jadwal pembelajaran tatap muka dan daring itu diatur sepenuhnya oleh pihak sekolah, bergantian setiap seminggu sekali. (din)
(Rani Hardjanti)