SLEMAN - Pandemi Covid-19 telah menimbulkan duka mendalam bagi ratusan anak di Sleman, Yogyakarta. Banyak anak yang menjadi yatim dan piatu, karena ayah atau ibu bahkan kedua anak-anak itu meninggal akibat terpapar virus corona.
Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2PKB) Sleman, jumlah anak yang menjadi yatim piatu, yatim dan piatu hingga awal Agustus ada 113 anak. Jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah dikarenakan penyebaran virus yang masih terjadi.
Baca juga: Ustadz Yusuf Mansur Berikan Beasiswa untuk 30 Orang Lintas Agama, Ini Syaratnya
Atas kondisi tersebut, Sleman menyiapkan bantuan bagi mereka. Baik kebutuhan hidup maupun pendidikan. Saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Sleman sedang melakukan verifikasi dan asesmen untuk keperluan penyaluran bantuan.
Kepala Dinsos Sleman, Eko Suhargono mengatakan, verifikasi dan asesmen penting. Terutama untuk mengetahui bagaimana kondisi anak-anak itu, apakah mereka berasal dari keluarga kaya atau keluarga miskin dan sekarang masih dalam proses. Sehingga bantuan yang akan diberikan tepat sasaran.
"Data itu kita verifikasi dulu. Tidak bisa langsung memberi bantuan, nantinya bantuan diberikan secara terpadu. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan maupun Baznas Sleman,” kata Eko.
Baca juga: Kemendikbudristek Buka Pendaftaran Beasiswa Program Persiapan Studi Magister di Luar Negeri
Mengenai kapan verisikasi selesai, Eko mengaku tidak bisa memberi target. Sebab, petugas dinas sosial terbatas sementara pekerjaan yang harus dikerjakan saat ini banyak sehingga memerlukan waktu. Apalagi data yang masuk butuh seleksi dan pendalaman sesuai kondisi riil yang sebenarnya.
"Prosesnya sedang berjalan. Kami juga sudah melaporkan data ini ke pusat. Kita tunggu atensinya dari pusat seperti apa," paparnya.