Menurut dia, permen Anticorona yang merupakan inovasi Tim Mahasiswa Farmasi UMP telah lolos dalam ajang PKM, sehingga kegiatannya didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek.
Indri mengatakan PKM yang dibuat Tim Mahasiswa Farmasi UMP merupakan salah satu bentuk kewirausahaan dengan membuat produk untuk dipasarkan.
"Nanti akan kami lihat antusias masyarakat bagaimana. Kalau nanti antusiasnya baik, nanti akan kami coba untuk diproduksi," katanya.
Kendati belum diproduksi secara massal, dia mengakui banyak masyarakat, mahasiswa, maupun alumni UMP yang memesan permen Anticorona tersebut.
Bahkan, kata dia, alumni Fakultas Farmasi UMP yang kebanyakan berprofesi sebagai apoteker juga banyak yang memesan permen Anticorona untuk dijual di apoteknya.
Saat ditanya mengenai harga jual, dia mengatakan pihaknya menjual permen tersebut dengan harga Rp9.000 per bungkus isi lima butir. (din)
(Rani Hardjanti)