Sedangkan mengenai harga laptop, Wikan mengatakan hal itu sudah diatur dalam e-catalog di sistem pengadaan barang dan jasa yang resmi oleh pemerintah.
"Jadi harganya sesuai e-catalog. Di situlah ada mekanisme kompetisi yang sehat. Jadi kita tidak mengatur harga, yang kita siapkan adalah anggaran," tutur Wikan.
Saat ini, Google Chromebook pesanan pemerintah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar itu sudah siap dirakit oleh enam produsen elektronik lokal, yakni Advan, Evercross, Axioo, Zyrex, SPC, dan TSM Technologies.
Dalam memproduksi Google Chromebook, keenam produsen lokal tersebut berkolaborasi dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan akan merekrut tenaga kerja agar bisa mencapai target jutaan produksi dalam beberapa tahun ke depan.
Wikan mengatakan, kolaborasi antara Google, industri elektronik lokal, dan vokasi ini bertujuan memberikan seperangkat keterampilan yang lebih luas dalam bidang industri manufaktur dan teknologi informasi di kalangan anak muda.
"Lebih lanjut, ini akan menjadi inisiatif membangun pilar perekenomian nasional karena diprediksi akan menghasilkan Chromebook yang potensial yang bisa diekspor ke luar negeri, di samping sebagai fasilitas pendukung pembelajaran digital," pungkasnya. (din)
(Rani Hardjanti)