KPAI juga mendorong kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) harus diperbaiki agar dapat melayani semua anak dan mengatasi turunnya kualitas pendidikan.
"Selama pandemi, sekolah harus menerapkan PJJ dan pembelajaran tatap muka secara bergiliran. Oleh karena itu pemerintah harus terus menerus mengevaluasi dan memperbaiki PJJ dengan melakukan pemetaan kesenjangan akses digital antar sekolah dan daerah," ucap Jasra.
KPAI mendorong pembelajaran tatap muka diselenggarakan dengan mengedepankan pembahasan pada materi-materi yang sulit di seluruh mata pelajaran. Lalu, mengutamakan materi praktik yang susah didaringkan.
"KPAI juga mendorong pembelajaran tatap muka dapat digunakan untuk memberdayakan para guru Bimbingan dan Konseling (BK) melayani konseling anak-anak yang mengalami tekanan psikologis selama pandemi Covid-19," ungkap Jasra.
KPAI mendorong peningkatan pengawasan pembelajaran tatap muka pada Juli mendatang dengan mengoptimalkan fungsi pengawas sekolah dan komite sekolah.
"Terakhir, KPAI mendorong keterlibatan dan partisipasi anak dalam pengambilan keputusan terkait dalam proses pembelajaran tatap muka, serta melakukan edukasi kepada sesama siswa di antaranya melalui organisasi intra sekolah seperti OSIS dan pramuka," pungkas Jasra.
Pembelajaran Tatap Muka Harus Tetap Perhatikan Kondisi Pandemi
Pengamat pendidikan dari Universitas Sumatera Utara, M Arif Nasution, mengatakan pembelajaran tatap muka harus memperhatikan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
"Kalau meningkat terus apa harus kita paksakan? Kalau pun tidak mau menggunakan tatap muka ini juga harus diperhatikan fasilitas yang diberikan baik di sekolah maupun yang diberikan pemerintah. Dua keadaan ini yang menentukan," katanya kepada VOA.
Lanjut Arif, pemerintah diminta untuk mengkaji lebih jauh terkait risiko pembelajaran tatap muka di kondisi pandemi yang saat ini tidak menentu.
"Tidak bisa kita nyatakan bahwa dengan kondisi ini harus dipaksakan tatap muka. Itu memang yang terbaik tapi kondisi pandemi ini tidak menentu. Perlu kita perhatikan lagi dan dipelajari," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, berencana akan membuka sekolah dengan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Alasan dibukanya pembelajaran tatap muka lantaran masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusianya.
"Tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi," kata Nadiem, Rabu 2 Juni.
(Arief Setyadi )