Perlunya Orkestrasi Kolosal Dalam Program Vaksinasi di Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 03 Februari 2021 10:46 WIB
Prof.Dr. Martani Huseini. (Foto: Dok)
Share :

Contoh yang masih hangat, sosialisasi vaksinasi masal yang berasal dari fabrikan Sinovac. Menurut pengamatan Direktur TV Muhammadiyah Makroen Sanjaya, vaksin yang berasal dari cina ini masih ada saja upaya stigmanisasi dan framing yang negatif baik oleh politisi, pemuka agama dan kelompok-kelompok tertentu. Walaupun Pilpres sudah usai namun polarisasi politik dan dinamika sosial lainnya masih nampak gangguannya terhadap upaya mulia dalam pemulihan kesehatan dan ekonomi bangsa.

Orkestrasi Penta-Helix era Digital dan Krisis Ekonomi

Perubahan paradigma berfikir dalam peradaban ‘New-Normal’ sangat diperlukan proses edukasi yang jelas dalam proses transformasi masyarakat yang multi-etnis, multikultural dan multi-segmen pendidikan dan pendapatan apalagi di situasi yang sedang mengalami krisis multi-dimensional.

Masyarakat Indonesia perlu dipindahkan status pemahamannya dari kondisi Unconsious Incompetence, menjadi Consious Incompetence hingga menjadi Concious Competence terhadap permasalahan bangsa. Proses ini memerlukan pemikiran lintas sektor, lintas wilayah dan lintas kultural. Fondasi interdisiplin keilmuan mutlak diperlukan.

Pakar Anthropologi Undip Aminudin mengingatkan berkali-kali dalam Webinar ini mencontohkan kegiatan sosialisasi semacam vaksinasi Masal bukan hanya membutuhkan keilmuan Sosiologi, Anthropologi, Ilmu Komunikasi namun orkestrasi antar bidang keilmuan sangat diperlukan sehingga interseksi dengan rumpun ilmu kesehatan dan teknologi termasuk ilmu-ilmu sosial terapan seperti Manajemen dan Administrasi Publik sangat diperlukan agar supaya outcome maupun impact nya bisa terukur.

Pemikiran tentang capaian impact kebijakan Publik yang tadinya hanya mementingkan keikut sertaan tiga aktor utama yakni Kelompok Tripple-Helix ABG ( Academician, Businessman & Governement) kini sudah bergeser kearah Penta Helix (ABG plus Community & Media). Pemanfaatan Peran ABG plus MC merupakan sebuah keniscayaan. Pelaksanaan Orkestrasi atas sebuah program Nasional anggap saja sebuah simponi lagu yang enak didengar ataupun dinikmati haruslah disiapkan penulisan Partiture yang lengkap dan jelas.

Semua pelaku ABGC harus bisa membaca Notbalok sebagai panduan sebelum membunyikan alat instrumennya harus pula memperhatikan lambaian tangan sang dirijen yang memberikan sebagai komandonya. menjiwai atas pilihan lagu Pada akhirnya khalayak pendengar ataupun penontonnya bukan hanya memaahami tetapi juga mengapresiasi lantunan lagu yang sedang didendangkan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya