BANDUNG- Sebanyak 26 ribu Viral Transport Medium buatan Universitas Padjadjaran (VitPAD) telah didistribusikan ke seluruh Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Indonesia.
VitPAD ini adalah media penyimpanan sampel pemeriksaaan swab Covid-19. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan hibah untuk mendanai pembelian VitPAD dan mendistribusikannya ke seluruh RSP di bawah naungan Kemendikbud.
Baca Juga: Jelang 2021, Rektor UNS Dorong Ada Peningkatan Mutu Pendidikan
“VitPAD ini dibeli sebagai hibah Kemendikbud untuk seluruh RSP di Indonesia. Sebelumnya beberapa rumah sakit dan BNPB juga telah menggunakan VitPAD. Namun yang sekarang ini secara resmi pemerintah membeli dan mengirimkannya ke seluruh Indonesia,” peneliti Universita Padjajaran dari Fakultas Kedokteran dr Lia Faridah, M.Si saat ditemui ketika mempersiapkan pengiriman VitPAD di Bandung, Selasa (8/12/2020).
VitPAD dikembangkan oleh peneliti Unpad untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi pada proses pemeriksaan swab Covid-19.
Baca Juga: IPB Berhasil Temukan Vaksin Meningkatkan Kekebalan Ikan dari Isolat Lokal
Inovasi ini dikembangkan oleh para peneliti Unpad dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, antara lain Dr. Hesti Lina Wiraswati, Dr. Shabarni Ghaffar, Dr.rer.nat. Shavira Ekawardhani, dr Lia Faridah, M.Si., dan dr Nisa Fauziah, M.Kes.
Selama ini, Indonesia masih mengandalkan produk Viral Transport Medium (VTM) impor untuk menyimpan spesimen sampel swab Covid-19. VTM tersebut pada umumnya membutuhkan sistem transportasi dengan pengamanan berlapis dan harus disimpan pada kotak pendingin (coolbox) agar suhunya terjaga.