JAKARTA – Tim Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Ika Puspita Sari S.Si M.Si Apt, memaparkan virus corona (covid-19) memiliki lapisan dinding virus yang tersusun dari amplop glikoprotein yang membungkus RNA di bagian dalamnya.
Supaya virus ini bisa mati maka dibutuhkan bahan yang mampu merusak amplop dan material di dalamnya. Amplop itu tidak akan hancur dengan air saja sehingga perlu bahan lain yakni alkohol atau srufaktan (sabun) sesuai saran WHO.
Lantas, apakah ada bahan lain yang bisa menghancurkan covid-19? Ika menjelaskan bahwa Enviromental Protection Agencies (EPA) telah merilis 351 sediaan yang dapat digunakan sebagai disinfektan untuk membunuh virus termasuk virus corona dengan waktu kontak yang efektif.
Salah satu sediaan yang dimaksud adalah etanol dengan konsentrasi minimal 60 persen. Dengan konsentrasi tersebut diketahui dapat melarutkan bagian apolar dari dinding virus sehingga virus akan rusak.
Selain itu, bahan golongan klorin (klorin dioksida, sodium hipoklorit, dan asam hipoklorit) bisa membunuh virus dengan jalan masuk menembus dinding virus dan akan merusak bagian dalam virus.
Contoh sediaan lainnya adalah benzalkonium klorida yang termasuk golongan surfaktan kationik yang saat ini banyak digunakan pada cairan disinfektan. Kendati begitu, kedua bahan ini mudah menguap sehingga berisiko mengganggu pernapasan jika terhirup.
"Ada juga hidrogen peroksida merupakan senyawa oksidator kuat yang bisa merusak dinding virus dan material di dalamnya. Namun, penggunaan berlebih akan mengakibatkan iritasi hingga kerusakan kulit," ucapnya.