Apa Bedanya Disinfektan dan Antiseptik?

Rani Hardjanti, Jurnalis
Senin 13 April 2020 14:44 WIB
Ilustrasi hand sanitizer. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)
Share :

JAKARTA – Menjaga kebersihan menjadi salah satu cara memutus mata rantai penularan covid-19, baik dengan disinfektan maupun antiseptik. Berbagai cara dilakukan, seperti menggunakan antiseptik untuk membasuh tangan dan bagian tubuh, dan disinfektan yang diusapkan atau disemprotkan pada benda mati yang mungkin terpapar virus.

Disinfektan

Peneliti dari Fakultas Farmasi UGM, Dr rer nat Endang Lukitaningsih S.Si M.Si Apt menjelaskan disinfektan adalah bahan kimia yang dipakai untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur, kecuali spora bakteri pada permukaan benda mati seperti lantai, furnitur, dan ruangan.

"Disinfektan tidak digunakan pada kulit ataupun selaput lendir karena berisiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker. Hal ini berbeda dengan antiseptik yang memang ditujukan untuk disinfeksi pada permukaan kulit dan membran mukosa," katanya, seperti dikutip dari laman UGM, Senin (13/4/2020).

Disinfektan juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan benda dengan mengusap larutan disinfektan di bagian yang terkontaminasi. Misalnya pada lantai, dinding, tombol lift, permukaan meja, daun pintu, dan lainnya.

Pemakaian disinfektan dengan teknik spray atau fogging telah digunakan untuk mengendalikan jumlah antimikrobia dan virus di ruangan yang berisiko tinggi. Sementara pada ruangan yang sulit dijangkau biasanya digunakan sinar UV dengan panjang gelombang tertentu. Proses ini akan mencegah penularan mikroorganisme patogen dari permukaan benda ke manusia.

Apabila ingin menggunakan disinfektan, Endang menyampaikan ada beberapa produk yang direkomendasikan untuk disinfeksi. Contohnya, sodium hipoklorit, amonium kuartener (sejenis deterjen kationik), alkohol 70 persen dan hidrogen peroksida.

Kendati begitu, dia mengimbau masyarakat untuk selalu memerhatikan petunjuk penggunaan pada label agar produk dapat digunakan dengan aman dan efektif.

"Konsentrasi disinfektan yang dipakai perlu diperhatikan. Selain itu waktu kontak antara objek dengan disinfektan antara 1–10 menit tergantung jenisnya, serta gunakan sarung tangan dan pastikan ventilasi yang baik untuk mengurangi paparan saat penggunaan," urainya.

Antiseptik

Endang menjelaskan antiseptik merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup antara lain permukaan kulit dan membran mukosa. Tujuannya untuk mengurangi kemungkinan infeksi, sepsis, atau pembusukan.

Beberapa antiseptik adalah germisida sejati yang mampu menghancurkan mikroba. Sedangkan yang lain bersifat bakteriostatik dan hanya mencegah atau menghambat pertumbuhannya.

Antiseptik sering digunakan untuk membersihkan luka, mensterilkan tangan sebelum melakukan tindakan yang memerlukan sterilitas, misalnya povidon iodin, kalium permanganat, hidrogen peroksida, dan akohol.

"Hand sanitizer umumnya adalah mengandung antiseptik seperti alkohol 60–70 persen. Kadar bahan aktif pada antiseptik jauh lebih rendah daripada disinfektan," tuturnya. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya