SURABAYA – Kebutuhan terhadap Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis di Jawa Timur (Jatim) sangat tinggi. Ini mengingat penyebaran virus corona (Covid-19) terus meluas. Bahkan warga yang positif virus corona terus bertambah.
Akibatnya, keberadaan APD langka. Untuk mengatasi kelangkaan APD, siswa SMK ikut berpartisipasi membantu pemerintah. Mereka memproduksi baju hazmat, masker, hand sanitizer, hingga cairan disinfektan.
Hal tersebut sangatlah bermanfaat untuk mencegah penyebaran virus corona. Aksi solidaritas yang dilakukan siswa SMK ini mendapat apresiasi Dinas Pendidikan Jatim.
"Saya bangga sekaligus memberikan apresiasi kepada siswa SMK se-Jatim, baik negeri maupun swasta karena sangat peduli. Ini sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat, dalam berpartisipasi menolak atau menjaga dari Covid-19," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi, usai mengunjungi pembuatan baju hazmat dan masker di SMKN 6 Surabaya, Senin (6/4/2020).
Menurut Wahid, produksi baju APD untuk di SMKN 6 Surabaya jurusan tata busana ini menghasilkan 3-5 baju APD per siswa per hari. Sampai hari ini, ada 48 SMK yang ikut partisipasi membuat APD.
Ke-48 SMK ini sudah menghasilkan 2.500 APD dan sudah diperbantukan ke masyarakat yang membutuhkan. Sebenarnya, masih banyak SMK di Jatim yang mampu membuat APD, karena saat ini ada 235 SMK jurusan tata busana.
"Kalau per siswa bisa mambuat 3-5 APD. Jika dirata-rata 30 saja per SMK per hari maka ada 70 ribu APD yang bisa diproduksi SMK," ujar Wahid.
Namun untuk penjahitan baju APD ini, SMK masih terkendala bahan baku. Karena itu, Wahid meminta semua pihak yang memiliki bahan dan perlu dibuatkan baju APD, dipersilakan menghubungi SMK yang memiliki jurusan tata busana.