Dia memperkirakan penjualan mobil listrik di dunia akan terus meningkat mencapai +- 55%, pada tahun 2040 sekitar 48%-nya adalah mobil listrik berbasis baterai.
Di Indonesia telah ditandatangani Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan. Menurutnya, Indonesia dapat memainkan peran strategis pada industri kendaraan listrik karena ketersediaan bahan baku dan juga pasar domestik untuk mobil dan sepeda motor.
“Sebagian besar material yang dibutuhkan untuk pembuatan baterai mobil listrik tersedia di dalam negeri, kecuali lithium yang proses ekspolarinya masih terus ditingkatkan,” kata guru besar Bidang Metalurgi Ekstraksi.
Riset ITB
Kegiatan riset mengenai proses ekstraksi dan pemurnian logam dilakukan di KK Teknik Metalurgi, FTTM ITB. Dalam 10 tahun terakhir, telah banyak kegiatan penelitian yang dilakukan di Lab Hidro-elektrometalurgi baik pada tahap hulu hingga sintesis prodak.
Pada tahun 2020 ini, seperti dijelaskan Prof. Zaki, Laboratorium Hidro-elektrometalurgi, KK Teknik Metalurgi ITB akan dilakukan penelitian untuk menyintesis nikel sulfat dan kobalt sulfat dari bijih nikel laterit lokal yang akan digunakan untuk mempreparasi katoda sel baterai NMC.
“Peluang penelitian dan pengembangan proses sintesis material untuk penyediaan material baterai kendaraan listrik masih cukup terbuka baik di area proses pengolahan dan pemurnian mineral maupun daur ulang logam hingga preparasi material prekursoso baterai dan pengujian performa sel baterai yang telah dihasilkan,” kesimpulannya.
(Dani Jumadil Akhir)