6. Universitas Edinburgh
Universitas Edinburgh yang terletak di ibu kota Skotlandia ini memiliki mahasiswa yang telah memenangkan Hadiah Nobel dari berbagai kategori, Salah satunya yang menjadi pemenang Hadiah Nobel adalah Winston Churchill, yang pernah menjabat sebagai rektor di universitas ini.
5. Institut Teknologi Federal Swiss, Zurich
Institut Teknologi Federal Swiss Zurich, juga dikenal sebagai ETH Zurich, didirikan pada tahun 1855. Dalam beberapa tahun ini, terdapat lebih dari 21.000 siswa yang mendaftar di sini. Albert Einstein pernah mengajar fisika di universitas ini, dan merupakan salah satu yang menerima lebih dari 30 penerima Nobel.
Baca Juga: 5 Tips untuk Calon Mahasiswa Baru yang Wajib Diketahui, Harus Bisa Bersosialisasi
4. University College London
Berada di ibu kota Inggris, University College London juga berada di Qatar. UCL dibuka pada tahun 1826, dan pada tahun 1878 menjadi tahun pertama di Inggris untuk menerima siswa perempuan yang setara dengan jumlah siswa laki-laki. Universitas ini mengklaim telah menerima lebih dari 42.000 siswa yang berasal dari 150 negara.
3. Imperial College London
Imperial College London didirikan pada tahun 1907. Universitas ini berfokus pada ilmu pengetahuan, teknik, kedokteran, dan studi bisnis. Universitas ini memiliki hubungan dengan 14 pemenang Nobel. Ada sekitar 17.000 mahasiswa dari 125 negara yang mengenyam pendidikan di sini.
2. Universitas Cambridge
Universitas Cambridge yang ada sejak tahun 1209 ini telah merayakan ulang tahunnya yang ke-800 pada tahun 2009. Menurut situs webnya, universitas ini memiliki 22.690 siswa, dengan 3.690 dari mereka yang berasal dari Uni Eropa dan 5.800 lainnya berasal dari luar Uni Eropa .
1. Universitas Oxford
Universitas Oxford di Inggris yang ada sejak tahun 1096 ini adalah universitas tertua di dunia. Pada waktu itu, universitas ini telah menghasilkan 28 perdana menteri Inggris, 55 pemenang Hadiah Nobel, dan 120 alumni yang telah memenangkan medali Olimpiade. Oxford juga menjadi tuan rumah bagi Bill Clinton, yang pernah belajar di sana dengan beasiswa sekitar dua dekade sebelum pemilihannya sebagai presiden AS.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)