Selain itu, Kemenperin melakukan pelatihan pedagogik bagi instruktur dari industri yang akan mengajar di SMK.
Program yang disebut silver expert ini bekerja sama dengan KADIN Indonesia dan IHK (KADIN) Trier Jerman untuk 20 orang peserta dan diberikan sertifikasi internasional.
“Pada 2019 Kemenperin memprogramkan peningkatan kompetensi guru produktif, baik melalui magang guru di industri sebanyak 1.000 guru maupun pelatihan sebanyak 1.000 guru. Kami berharap guru-guru SMK dapat memanfaatkan kesempatan ini guna terlaksananya program link and match,” ungkapnya.
Selain guru, lanjut Eko, implementasi kurikulum hasil penyelarasan juga memerlukan ketersediaan peralatan praktikum minimal di SMK agar siswa dapat dibekali dengan keterampilan teknis dasar sebelum masuk ke industri. Untuk itu, dalam setiap peluncuran vokasi industri selalu diiringi dengan pemberian hibah peralatan dari industri kepada SMK.
“Pada tahun 2017 Kemenperin merealokasi anggaran sebesar Rp35 miliar untuk bantuan peralatan praktikum minimum kepada 74 SMK. Sedangkan untuk tahun 2019, penyediaan peralatan minimum di SMK diupayakan kembali melalui Kelompok Kerja Program Revitalisasi SMK,” imbuhnya.
(Rani Hardjanti)