“Agar sains dan teknologi dapat memberikan pengaruh yang positif, diperlukan kolaborasi rasionalitas dan nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai moral yang berakar pada budaya bangsa dan nilai-nilai religius, sehingga pemanfaatannya diiringi rasa tanggung jawab secara penuh,” jelasnya.
Hal itu, tambahnya, dapat dilakukan dengan penumbuhan budaya literasi dan penguatan pendidikan karakter di semua satuan pendidikan.
Tahun ini, OSN jenjang SMA/MA diikuti oleh 1.078 siswa yang berlaga di bidang Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Kebumian, Geografi, dan Informatika. Sedangkan OSN jenjang SD/MI diikuti oleh 272 siswa yang berlaga di bidang Matematika dan IPA, sementara jenjang SMP/MTs diikuti oleh 396 siswa yang berlaga di bidang Fisika dan Biologi. Total partisipan termasuk guru pendamping, juri, dan panitia mencapai 2.064 orang.
Siswa berprestasi akan mendapatkan hadiah berupa tabungan, piagam, dan medali/piala. Provinsi yang berhasil mengumpulkan medali/piala terbanyak akan mendapatkan predikat sebagai juara umum dan berhak memboyong piala bergilir Mendikbud. Tahun lalu, juara umum OSN XVII yang digelar di Padang, Sumatera Barat, adalah DKI Jakarta. Selain menjalani lomba, peserta OSN juga akan mengikuti wisata edukasi di sejumlah tempat wisata menarik.
(Risna Nur Rahayu)