“Dengan usaha dan doa yang tekun, syukur bisa mendapat hasil yang maksimal,” terangnya.
Soal diterima di UGM melalui jalur undangan, untuk hal ini Ananda mengaku tidak terlalu terkejut. Pasalnya, jalur ini mengandalkan nilai rapor. Ia percaya diri akan lolos jika melihat peringkatnya yang selalu stabil masuk sepuluh besar kelas selama ini, belum lagi ditambah sertifikat medali perak Olimpiade Astronomi yang diraihnya saat kelas 10.
“Saya yakin akan diterima, makanya hanya memasukan satu dari dua pilihan yang tersedia saat pendaftaran SNMPTN,” ujarnya sembari berkelakar.
Supadmi, yang turut nimbrung dalam percakapan sepulang dari berjualan, juga merasa tidak kaget atas kabar anaknya diterima di UGM. Hal yang lebih mengagetkan baginya adalah pemilihan jurusan Ananda. Pasalnya, ia melihat pilihan itu tidak sesuai dengan bidang yang ditekuni Ananda selama ini, yakni Astronomi.
Akan tetapi, Supadmi bercerita pilihan itu ternyata diambil atas saran dari paman Ananda yang juga kakak kandungnya.
“Kakak saya menyarankan Ananda untuk memilih jurusan itu jika tidak ingin menganggur setelah lulus. Hal itu karena pengalaman beliau sendiri sebagai lulusan Pertanian UGM,” ungkapnya.