JK: Kuasai Teknologi dengan Pendidikan Orientasi Masa Depan

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 05 Mei 2019 12:27 WIB
Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (Okezone)
Share :

SLEMAN - Penguasaan teknologi akan menentukan maju dan makmurnya suatu bangsa. Sedangkan kemajuan dan kemakmuran ditentukan kemampuan meningkatkan nilai tambah, baik di bidang industri, pertanian, jasa, maupun bidang lainnya.

Kemampuan menguasai teknologi itulah yang menentukan sejauh mana bisa mendapatkan nilai tambah yang baik. Pandangan ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional dengan tema Format Pendidikan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kemarin.

“Untuk menguasai teknologi, maka negara harus memiliki sistem pendidikan yang baik dan berorientasi masa depan. Jika tidak berorientasi ke depan, maka pendidikan akan menjadi museum sebab museum melihat ke belakang,” tandas Jusuf Kalla.

Baca Juga: Calon Pengusaha, DKI Edukasi PTSP ke Mahasiswa MNC College

Dia menuturkan, sistem pendidikan dan sekolah yang baik dipengaruhi empat hal, yaitu pengajar atau guru, sistem atau kurikulum, sarana, dan lingkungan budaya sekitar. Guru misalnya dituntut berkualitas dan berpengetahuan. Syarat ini penting karena akan memengaruhi output anak didiknya.

“Sehingga pendidikan guru penting. Seperti dikutip Kaisar Hiroito saat Jepang kalah perang, yang ia tanyakan apakah masih ada guru untuk memajukan Jepang. Jadi guru penting. Untuk itu, UNY sebagai tempat pendidikan diharapkan akan menjadi penopang pendidikan secara nasional,” harap JK.

Sistem atau kurikulum juga harus dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk kepentingan masa depan. Dengan begitu, apa yang dihasilkan sekarang baru akan dipraktikkan 5-10 tahun yang akan datang. Hal inilah yang menjadikan mengapa kurikulum selalu berganti sebab pendidikan akan stagnan tanpa melihat apa yang diajarkan.

Baca Juga: Bangun SDM, Pendidikan Karakter dan Vokasi Diperkuat

“Untuk sarana juga penting. Terutama untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan. Untuk itu, negara memberikan anggaran pendidikan 20%. Meski begitu, jika ada sekolah yang belum baik sarananya, maka harus menjadi perhatian semua,” tandasnya.

Selanjutnya lingkungan budaya juga memengaruhi dalam meningkatkan pendidikan. Jika minat atau budaya belajar rendah, tentunya tidak memiliki daya saing yang kuat dalam pendidikan. Dia mencontohkan program pertukaran kepala sekolah Jawa ke luar Jawa.

Dapat diketahui di beberapa daerah minat belajarnya rendah karena dipengaruhi kekayaan alam yang melimpah sehingga tidak ada dorongan untuk belajar. Sebaliknya, Yogyakarta, Bandung, dan Malang menjadi pusat pendidikan karena masyarakatnya mendorong budaya belajar.

“Jadi perhatian kepada lingkungan belajar penting, untuk mendorong dan memperbaiki pendidikan,” terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya