Transformasi Digital Menu Wajib Mahasiswa

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 25 April 2019 11:15 WIB
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
Share :

Rektor Insititut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Dr Ir Mochamad Ashari mengatakan, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan perguruan tinggi untuk mampu mencetak lulusan yang bermutu. Salah satu fokus yang ingin dikembangkan lulusan ITS dengan terjun dan partisipasi dalam bidang pertambangan di Indonesia.

“Selama ini ITS punya SDM yang kompeten di bidang pertambangan, ada jurusan teknik geofisika dan teknik geomatika yang dapat memberikan sumbangsih teknologi dan inovasi di bidang ini secara berkelanjutan,” kata Ashari.

Dua jurusan itu, katanya, memang tidak banyak di Indonesia. Kesempatan bagi para mahasiswa untuk bisa berkembang di dunia pertambangan bisa terus diproduksi. Apalagi, potensi pertambangan di dunia masih cukup luas dan bisa memberikan andil bagi bangsa ini untuk terus berkembang.

Doktor lulusan Curtin University Australia ini menambahkan, pihaknya juga ingin ITS menjadi research and innovative university. “Jadi, ketika mahasiswa lulus, kita targetkan untuk dapat mengisi sumber daya di Indonesia termasuk di industri, pimpinan di lembaga, di kementerian, dan seterusnya. Kami ingin menghasilkan inovasi-inovasi yang berguna bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.

Bahkan, ITS membangun Science Techno Park (STP) sesuai yang ditargetkan oleh Kemenristekdikti. Targetnya adalah 100 STP dan saat ini ITS sudah berjalan membangun STP tersebut dan akan lebih diintensifkan di lima tahun ke depan nantinya.

ITS, lanjutnya, juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi. Karena itu, ITS akan menyesuaikan kurikulum nantinya. Terlebih saat ini semua universitas di Indonesia sedang menghadapi para mahasiswa generasi milenial dan tantangan baru di era revolusi industri 4.0.

“Kebutuhan sumber daya manusia di bidang industri saat ini lebih mencari dan mengutamakan orangorang yang inovatif dan ITS ingin mendorong mahasiswanya ke arah tersebut,” paparnya.

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Nasih mengatakan, pada era disrupsi teknologi dan industri 4.0, harus dipahami secara menyeluruh bagi kampus-kampus negeri. Termasuk Unair yang selama ini banyak menelorkan lulusan di bidang kesehatan.

Ke depan, akan banyak tantangan yang harus disiapkan dengan baik. Salah satunya adanya kecerdasan buatan, pengembangan nanotechnology, big data, sampai internet of thingsyang harus direspons dengan baik oleh Unair. “Kami harus punya solusi untuk mengabungkan physical domains, digital, dan biology,” kata Nasih.

Makanya, pilihan yang bisa dikembangkan Unair menjadi kampus pusat pengembangan peneliti kesehatan. Pihaknya pun diuntungkan dengan memiliki rumah sakit pendidikan, rumah sakit gigi dan mulut, pusat penelitian penyakit tropis, serta rumah sakit hewan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya