Karena itu, dia meminta jajarannya untuk terus melakukan pembinaan kepada perguruan tinggi yang akreditasinya sudah B untuk ditingkatkan menjadi A, dan mendampingi perguruan tinggi akreditasi C juga harus ditingkatkan ke B melalui pembinaan.
Nasir mengemukakan, menyediakan SDM yang unggul adalah hal terpenting dalam meng hadapi Revolusi Industri 4.0 dan mutu pendidikan tinggi juga harus terus ditingkatkan. Karena itu, Menristek-Dikti telah meminta kepada Dirjen Belmawa agar jangan hanya peningkatan akreditasi B ke A saja yang harus didampingi, namun peningkatan dari akreditasi dari C ke B juga harus mendapatkan perhatian khusus.
“Ini merupakan concern kita bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,” jelasnya. Sementara itu, Kepala LLDIKTI wilayah III Illah Sailah mengatakan, pihaknya siap mendukung kebijakan Kemenristek- Dikti untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI wilayah III.
Salah satunya melalui merger beberapa PTS demi peningkatan mutu pendidikan tinggi swasta di Indonesia. Karena itu, Illah mengajak pimpinan perguruan tinggi untuk melakukan pengisian aplikasi early warning system (EWS) yang merupakan lumbung data perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI wilayah III sebagai sumber data untuk berbagai kegiatan dan layanan Kopertis Wilayah III Jakarta.
Salah satunya dalam rangka peningkatan fungsi pengawasan, pengendalian, dan pembinaan PTS. Illah menjelaskan, melalui sistem EWS pihak LLDIKTI bisa melakukan pendataan terkait kebutuhan PTS untuk mencapai akreditasi unggul sebab dalam menetapkan akreditasi, dia merinci ada tiga standar yang harus dipenuhi yakni dari sisi pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga mendorong komitmen PTS untuk menjaga sistem manajemen mutu. Selain berguna untuk meningkatkan akreditasi institusi, hal tersebut dinilainya merupakan faktor utama dalam menciptakan sua sana akademik yang nyaman dan berkualitas.
(Neneng Zubaidah)
(Rani Hardjanti)