Menurut dia, lembaga tersebut berkantor di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. “Proses pendaftaran mulai awal tahun ini,” paparnya.
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, sistem baru akan membuka peluang lebih besar kepada para peserta untuk lolos.
Hal ini dikarenakan hasil dari sistem ini berlaku selama satu tahun. Hal ini membuka peluang peserta untuk mendapatkan kampus yang diincarnya dalam waktu yang lebih lama.
Ini, ujarnya, akan membuat mereka semakin terpacu untuk memberikan kemampuan terbaiknya saat menjalani seleksi. Sistem baru ini juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk dapat melihat nilai mereka.
Hal ini tentu berbeda dengan sistem sebelumnya yang tidak memungkinkan para peserta untuk mengetahui nilai yang sudah didapat. Dia menilai, sistem yang lebih transparan ini tentu memberikan gambaran bagi para peserta mengenai kemampuannya.
“Para peserta SBMPTN memiliki kesempatan untuk diterima di PTN yang lebih besar. PTN dan program studi yang menerima mereka juga memiliki passing grade yang sesuai dengan hasil seleksi para peserta.
Dengan begini, maka kemungkinan drop out setelah mengikuti kegiatan perkuliahan juga bisa dikurangi karena faktor untung-untungan juga bisa ditekan,” tandasnya. (Neneng Zubaidah)
(Rani Hardjanti)